BANGKA BARAT — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelar rapat koordinasi forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ( TJSL ) dengan Kelompok Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, di OR 1 Sekretariat Daerah, Jum’at ( 26/4/2025 ).
Sejumlah pengusaha yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit diundang pada rapat yang turut dihadiri unsur Forkopimda Babar dan pihak terkait lainnya.
Sekretaris Daerah Muhammad Soleh menegaskan, rapat ini sangat penting untuk berdiskusi dan membahas terkait keberlangsungan forum serta program CSR ( Corporate Social Responbility ) di Kabupaten Bangka Barat.
“Kita rapat forum CSR Bangka Barat. Kita undang teman – teman pengusaha khususnya yang bergerak di bidang perkebunan,” kata Soleh usai rapat, Jum’at ( 25/4/2025 ).
Menurut Soleh hal ini mengacu pada Undang – Undang Nomor 40 tahun 2007 yakni Perseroan Terbatas ( UUPT ) yang mengatur tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan ( TJSL ) atau Corporate Social Responsibility ( CSR ) bagi perusahaan.
Selanjutnya ada Pasal 74 UUPT yang secara eksplisit menyebutkan kewajiban perusahaan untuk melaksanakan TJSL, terutama bagi perusahaan yang kegiatannya terkait sumber daya alam.
“Kenapa? Sesuai dengan Undang – Undang Nomor 40 ada kewajiban di bidang itu memberikan CSR kepada masyarakat,” ungkap Soleh.
Soleh melanjutkan, untuk tahap awal, pihaknya akan membuat perencanaan terkait penggunaan dana yang paling tepat dalam CSR ini.
Karena itu rapat ini digelar untuk dapat berkoordinasi dengan pihak terkait agar penggunanaan dana CSR ini lebih efektif.
“Sudah. Ya tadi kita tahap awal kita In Syaa Allah akan membuat semacam perencanaan secepatnya penggunaan dana apa yang paling tepat di CSR ini,” katanya.
Dikatakannya untuk bidang kesehatan akan tetap menjadi prioritas bagi masyarakat Bangka Barat dalam program CSR.
“Penting kita sampaikan itu untuk support di bidang kesehatan,” sambung Sekda.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat Ahmad Nursyandi menambahkan, ini merupakan rapat perdana di tahun 2025 dengan Forum CSR.
Forum CSR ini sendiri sudah dibentuk pada bulan Agustus 2024 dan sudah beberapa kali menggelar rapat dengan pada OPD dan beberapa perusahaan terkait lainnya.
“Cuma memang di tahun 2024 pertama karena memang forumnya masih baru dan kedua sudah mendekati akhir tahun jadi belum berjalan maksimal,” ucap Sandi.
Menurut dia pihaknya memang sengaja melakukan rapat koordinasi dengan Forum CSR ini lebih awal di tahun 2025 ini agar program CSR di Bangka Barat bisa berjalan secara maksimal.
“Perlu kami sampaikan bersama bahwa forum CSR yang ada sekarang ini memang baru diketuai oleh dinas – dinas. Nah harapan kami idealnya perusahaan – perusahaan ini lah yang nantinya akan menggaungi Forum CSR. Pada hari ini tentunya kita akan berdiskusi,” pungkas Sandi. ( SK )
Persoalan CSR Dibahas Pemda Bangka Barat dengan Perusahaan Sawit






























