Kenakan Hazmat, H. Sukirman Pimpin Sholat Jenazah Pasien Covid – 19

Muntok — Bupati Bangka Barat, H. Sukirman melayat ke rumah duka pasien Covid meninggal dunia, putri Kepala Bappeda, H. Muhammad Effendi di Jalan Raya Peltim, Kecamatan Muntok, Minggu ( 1/8 ).

Putri Kepala Bappeda Bangka Barat, Muhammad Effendi berinisial SF ( 28 ), meninggal dunia di RSUP Soekarno, Kabupaten Bangka pada Sabtu ( 31/7 ) tadi malam. Almarhumah dimakamkan secara protokol kesehatan di TPU Kebon Nanas, Kelurahan Sungai Daeng.

Selain itu, pria yang akrab disapa Pak Haji ini juga turut hadir pada pemakaman pasien Covid lain berinisial Tuan NG ( 58 ), warga Desa Air Belo, Kecamatan Muntok yang meninggal dunia di RSUD Sejiran Setason pada Sabtu ( 31/7 ) dan dimakamkan secara prokes di TPU Dusun Kadur, Desa Air Belo.

Menurut H. Sukirman, dirinya ikut memakai baju hazmat saat memimpin sholat jenazah Tuan NG. Namun saat pemakaman almarhumah Ny. SF, dirinya tidak lagi memakai Alat Pelindug Diri tersebut karena sholat jenazahnya dilaksanakan di dalam Masjid Kebon Nanas.

” Dua – duanya dimakamkan secara prokes karena terpapar. Intinya ini kan fardu kifayah. Anak Pak Pendi habis melahirkan. Jadi kita utamakan untuk hadir. Sebelumnya di Kadur dulu, setelah itu baru ke Kebon Nanas,” jelas Sukirman saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Bangka Barat di Jalan Jenderal Sudirman, Muntok, Minggu ( 1/8 ).

Dikatakan Sukirman, baju hazmat dikenakan mulai dari Markas PMI Bangka Barat sesudah ia mengambil wudhu. Setelah itu tim berangkat ke lokasi pemakaman di Dusun Kadur.

Disamping berpesan kepada Kepala Bappeda untuk menjaga kesehatan, Sukirman juga memberikan motivasi kepada tim pemakaman Covid – 19 agar terus bersemangat melakukan pekerjaannya.

” Pak Haji beri masukan juga tolong kalian bawa kendaraan itu kondisi Covid ini kan bikin orang agak sedikit tegang, lewat lah tanpa mengeluarkan suara sirene, kecepatan 40 kilometer saja. Karena kita sedang berduka. Tapi semangat mereka bagus bahwa mereka siap bekerja. Jadi syukur alhamdulilah mudah – mudahan mereka sehat,” kata Sukirman.

Mantan anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung ini juga berharap PPKM level 4 berakhir dan tidak diperpanjang, mengingat aktivitas perekonomian para pelaku UMKM sangat terdampak.

Namun ia meminta kerja sama masyarakat untuk mematuhi aturan dan mentaati protokol kesehatan.

” Mudah – mudahan PPKM kita stop, makanya kita menghimbau kepada semua masyarakat untuk tidak main – main, yuk kita tolong hargai keinginan pemerintah untuk menjaga prokes. Bangka Barat level 4 artinya kita dipandang sedang agak mengkhawatirkan. Kita harus segera keluar dari ini supaya kawan – kawan kita yang mencari makan di pasar dan lain – lain bisa normal kembali,” harap Sukirman. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: