Kasus DBD Babar Tahun 2020 Meningkat, Paling Banyak di Muntok

Muntok — Kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD ) di Bangka Barat tahun 2020 lebih tinggi daripada tahun 2019. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P ) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma tidak menampik hal tersebut.

Putra mengatakan, tahun 2019, kasus DBD tercatat sebanyak 131, sedangkan tahun 2020 sebanyak 212 kasus.

Pasien yang meninggal dunia tahun 2019 sebanyak 2 orang, sedangkan tahun 2020 hanya 1 orang. Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Muntok.

” Data yang baru tahun 2021 terekap di kita baru sampai bulan Januari karena yang Februari itu tahap verifikasi sampai dengan tanggal 10. Bulan Januari ada 7 kasus, meninggal dunia belum ada, jangan sampai,” ujar Putra di ruang kerjanya, Senin ( 8/3 ).

Untuk pencegahan penyakit DBD, peran masyarakat sangat diperlukan, apalagi di musim fluktuasi cuaca saat ini, dimana curah hujan tidak menentu. Menurut Putra, kondisi seperti ini sangat mempengaruhi pertumbuhan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

” Telur nyamuk itu dia pada saat musim kemarau, dia kering tahan sampai 10 bulan. Telur nyamuk di got – got, kamar mandi, atau diluar rumah dalam keadaan kering tahan sampai 6 sampai 10 bulan. Nah ketika hujan sekali dia langsung menetas,” jelasnya.

Dikatakan Putra, terdapat dua metode penularan yang dibawa nyamuk. Pertama, nyamuk menggigit orang yang terkena DBD, kemudian menggigit orang lain. Kedua, metode transovarial, yakni nyamuk tersebut memang sudah membawa virus dengue dari induknya sejak lahir.

” Ini sudah kami periksa di Desa Bakit tahun 2015 dengan Kementerian, memang ditemukan di Bangka Barat,” imbuh Putra.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat ini mengatakan, peran masyarakat dalam mencegah penularan DBD yaitu dengan memastikan bahwa di dalam maupun diluar rumah tidak ada jentik nyamuk.

” Kalau setiap rumah sudah mulai konsep itu, maka di tiap rumah punya konsep yang sama, berarti di lingkungan tersebut sama – sama memastikan bahwa tidak ada jentik. Kalau di rumah sudah tidak ada jentik dan penampungan air yang potensial untuk menampung jentik, maka persentase transmisi penularan DBD itu akan semakin kecil,” terang Putra. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: