Kali Pertama Bangka Barat Raih Penghargaan Bhumandala Ariti di Level Nasional

BANGKA BARAT — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional pada awal bulan November 2024 ini.

Penghargaan tersebut yaitu Bhumandala Ariti ( medali perunggu) pemerintah daerah tingkat kabupaten untuk kategori Informasi Geospasial Batas Desa/Kelurahan Tahun 2024.

Bhumandala Award 2024 diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), di Grand Studio Metro TV Citra Media Nusa Purnama PT Jalan Pilar Mas Utama, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada Senin, (4/11/2024).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah melakukan penegasan batas desa/kelurahan dan menyampaikan kepada BIG untuk dilakukan verifikasi teknis sebagai kontrol kualitas data.

Pjs Bupati Bangka Barat Hendriwan didampingi Sekda Muhammad Soleh dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Ahmad Nursandi
menerima langsung penghargaan yang diserahkan oleh Kepala Badan Informasi Geospasial di Studio Metro TV Jakarta, Senin (4/11).

Menurut Hendriwan penghargaan Bhumandala Ariti tingkat nasional ini merupakan yang pertama kali diterima oleh Kabupaten Bangka Barat, sehingga hal ini menjadi sesuatu yang luar biasa.

Hendriwan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sangat berkomitmen dalam upaya penegasan batas desa/kelurahan.

Dikatakannya penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Bangka Barat, karena atas upaya dan kerja keras semua pihak mulai dari desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten, maka Bangka Barat dapat meraih penghargaan ini.

“Oleh karena itu saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas segala usaha dan kerja samanya,” ucapnya.

Rasa terima kasih dia sampaikan khususnya kepada tim penetapan dan penegasan batas desa kabupaten, kecamatan, pemerintahan desa, kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh adat serta tokoh agama.

“Dan semua komponen yang terlibat dalam menyelesaikan upaya penegasan batas desa/kelurahan, di Kabupaten Bangka Barat sehingga penghargaan ini dapat diraih,”ungkap Hendriwan.

“Data informasi geospasial ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam proses pembangunan dengan adanya kepastian batas wilayahnya desa/kelurahan, sehingga seluruh sumber daya dan potensi yang ada dapat tergali secara maksimal,” tutup dia. ( Red )


Sumber: Diskominfo Bangka Barat.



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *