PANGKALPINANG — Tiga anak buah kapal ( ABK) tongkang Samudra 3 bermuatan CPO kehilangan nyawa akibat menghirup gas beracun saat mengecek palka, Jumat ( 30/8/2025 ).
Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan, kejadian tersebut bermula pada Selasa ( 26/8 ) pukul 22.00 WIB, Kapal TB Bintang Mutiara XXX mentowing Kapal Tongkang Tirta Samudra 3 dengan 5 ABK dari Pelabuhan Wilmar menuju Batam untuk melakukan docking kapal.
Kemudian pada Kamis ( 28/8 ) pukul 20.05 WIB kapal melewati perairan Bangka Selatan, seorang ABK berinisial LUK (L/29) mengecek sisa minyak CPO di palka.
“Saat mencoba turun ABK tersebut tiba-tiba kehilangan kesadaran akibat menghirup gas beracun pada palka tersebut,” kata Oka, Minggu ( 31/8 ).
Seorang rekan lain berinisial LW (L/29) melihat temannya tidak sadarkan diri di dalam palka ikut turun mencoba menolong.
LW berusaha mendorong temannya yang pingsan ke atas, namun dia juga mengalami hal yang sama, tidak sadarkan diri.
Satu ABK lainnya yang memaksa turun walaupun sudah dilarang yakni IS ( 49 ) ikut menjadi korban. Dengan demikian ada tiga orang ABK tidak sadarkan diri di dalam palka.
“Rekan korban yang melihat kejadian tersebut melaporkan kepada nakhoda TB Bintang Mutiara XXX. Kapal tersebut kemudian lego jangkar di perairan Bangka Selatan untuk mengecek kondisi para ABK,” terang Oka.
Namun ketiga korban sudah terlihat tidak bernyawa di dalam palka tersebut. Nahkoda kapal melaporkan kejadian itu ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi.
Tim SAR gabungan berangkat dari Dermaga PTS Pangkalbalam menggunakan KN SAR Karna 246 menuju titik pertemuan kapal .
Nakhoda KN SAR Karna Kapten Dear Tama berkoordinasi dengan nakhoda TB Bintang Mutiara XXX untuk melakukan pertemuan pada perairan Tanjung Berikat.
Proses evakuasi dilakukan dengan membuat system lowring dan lifting untuk turun ke dalam palka serta pengangkatan korban ke atas.
“Sebelum proses evakuasi dilakukan, Tim Inafis Polda Babel melakukan proses olah TKP dan meminta keterangan kepada para ABK kapal tersebut. Setelah proses olah TKP selesai, tim kemudian menurunkan gas detector untuk mengecek kadar gas beracun yang berada pada dalam palka,” jelas Oka.
Proses evakuasi terhadap ketiga korban memakan waktu hingga 4 jam. Pasalnya rescuer yang turun mengalami kesulitan saat mengangkat korban dipasangkan fullbody harness karena kondisi tubuh korban yang mulai membengkak serta berminyak akibat sisa minyak CPO yang berada di dalam palka tersebut.
“Proses evakuasi dibantu oleh seluruh tim SAR gabungan yang terlibat dengan membantu menarik system yang telah dibuat hingga korban terakhir berhasil dievakuasi pada pukul 19.17 WIB,” terangnya.
“Selanjutnya korban kita bawa menuju Pelabuhan Pangkalbalam dan dilarikan menuju Rumah Sakit Timah Pangkalpinang. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi terhadap ketiga ABK. Semoga sinergitas ini dapat tetap terjalin demi pelayanan terbaik untuk keselamatan masyarakat,” tutup Oka. ( Red )
Hirup Gas Beracun, 3 ABK Kapal Tongkang Tirta Samudra 3 Tewas






























