Perkuat Langkah Dekarbonisasi, PT Timah Bidik Net Zero Emission 2060

HEADLINE, PT Timah36 Dilihat

PANGKALPINANG — Komitmen terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) terus diperkuat PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai langkah strategis dan implementasi roadmap dekarbonisasi untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT TIMAH menjalankan berbagai aksi mitigasi yang berkontribusi signifikan terhadap penurunan emisi karbon di seluruh aktivitas operasional perusahaan.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan PT TIMAH adalah melakukan transisi penggunaan energi fosil menuju sumber energi yang lebih rendah emisi.

Upaya ini diwujudkan melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap, mulai dari B20 hingga saat ini B40, sejalan dengan kebijakan dan regulasi pemerintah, guna mendukung operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain penggunaan biofuel, perusahaan juga mulai memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan solar cell dan penggunaan energi alternatif lainnya yang dinilai mampu mendukung pengurangan emisi GRK secara berkelanjutan.

Langkah dekarbonisasi juga diterapkan di unit usaha PT Timah Industri melalui penggunaan bahan bakar gas serta pemasangan solar photovoltaic (solar PV) di area operasional dan kawasan reklamasi.

“Upaya dekarbonisasi menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan untuk menciptakan operasional pertambangan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” kata Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan.

Anggi menambahkan, penerapan energi rendah emisi, pengembangan energi baru terbarukan, hingga program berbasis solusi alam menjadi langkah nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan bisnis perusahaan di masa depan.

Tak hanya itu, perusahaan turut menjalankan program carbon offset melalui kegiatan penanaman pohon dan reboisasi hutan sebagai strategi penyerapan karbon. Program berbasis solusi alam atau nature-based solutions ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi perusahaan dalam mengurangi emisi karbon secara berkelanjutan.

Untuk mendukung target jangka panjang tersebut, PT TIMAH juga terus melakukan riset dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.

PT TIMAH secara berkala melakukan pemantauan emisi udara dan kualitas udara ambien, sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi biodiesel dan mendorong transisi menuju sumber energi rendah emisi lainnya.

Dalam roadmap dekarbonisasi, perusahaan juga mengoptimalkan berbagai peluang untuk mempercepat pencapaian target penurunan emisi GRK.

Di antaranya melalui peningkatan efisiensi energi guna mengurangi konsumsi energi fosil, penggunaan energi ramah lingkungan dalam kegiatan operasional, hingga investasi pengembangan bisnis berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Langkah strategis lainnya mencakup implementasi solar photovoltaic pada Head Office sebesar 421 kWp, pengembangan penggunaan biodiesel hingga B100, substitusi energi fosil ke energi terbarukan, overhaul dan modifikasi peralatan penambangan, serta elektrifikasi alat angkut maupun kendaraan operasional.

Perusahaan juga menerapkan berbagai metode untuk mendukung aktivitas dekarbonisasi seperti penangkapan dan penyimpanan karbon, penggantian bahan bakar, penggunaan energi terbarukan dengan jejak karbon lebih rendah, peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi fugitif, pemanfaatan sertifikat energi terbarukan, hingga penggunaan carbon offset.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap upaya nasional dalam mencapai target net zero emission tahun 2060. ( * )





Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *