Bukit Seribu Bintang, Calon Agrowisata Baru Bangka Barat

Simpang Teritip — Mungkin belum banyak orang yang mengetahui keberadaan Bukit Seribu Bintang yang terletak di Desa Pangek, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Untuk sampai di bukit ini, jalan yang ditempuh lumayan sulit jika dengan mobil. Warga setempat biasa menggunakan sepeda motor. Di musim durian seperti sekarang, kita akan bertemu warga yang lalu lalang membawa keranjang berisi buah durian dengan mengendarai sepeda motor.

Di Bukit Seribu Bintang, pengunjung akan disambut pintu gerbang batu yang cukup eksotik. Di bukit ini juga terdapat gua kecil tempat berlindung bila hujan turun.

Pemandangan di puncaknya pun lebih menarik lagi. Disebelah utara terbentang Laut Tungau, Kecamatan Parittiga. Di sebelah barat laut, kita akan disajikan pemandangan Laut Mentiba dan disebelah barat terlihat pula Pantai Tanjung Ular, semuanya membentang seluas mata memandang.

Lahan Bukit Seribu Bintang memiliki luas kurang lebih 1 hektare. Abdul Aziz, warga Desa Pelangas sangat tertarik dengan bukit ini sehingga rela merogoh kocek untuk membelinya.

Menurut Evan Isnarto, warga Muntok, rekan Aziz, Bukit Seribu Bintang akan mereka kembangkan menjadi objek Agrowisata baru. Bahkan mereka sudah mempunyai masterplan untuk pengembangannya.

” Mungkin bisa berkolaborasi dengan kawan – kawan geopark di Bangka Barat, fokus ke agrowisata sama penambah nanti tracking – tracking sepeda gunung atau motor trail. Rencana kami sementara ada pasar sentra buah – buahan, resto di puncak. Itu master plan pertamanya. Insya Allah’ tahun depan sudah bisa dibuka menjadi salah satu destinasi di Bangka Barat,” jelas Evan di Bukit Seribu Bintang, Sabtu ( 24/7 ) sore.

” Bang Aziz langsung ownernya. Ke depan kita akan berdiskusi dengan kawan – kawan pariwisata yang lain termasuk agen – agen pariwisata yang ada di Bangka Belitung dan ke luar juga kita akan berkolaborasi lah untuk membangunnya,” sambung Evan.

Evan mengatakan, Bukit Seribu Bintang memiliki banyak keunggulan, terutama disaat sore dan malam hari. Sunset bisa dinikmati dengan leluasa dari puncaknya. Sementara lampu bagan para nelayan yang berbaris di laut menyajikan kerlap kerlip bagai bintang di langit. Karena itu lah bukit ini dinamakan Bukit Seribu Bintang.

Selain itu, kelekak durian warga setempat berkumpul di sekitar area bukit. Bahkan di Bukit Seribu Bintang sendiri, pengunjung dapat menikmati buah durian jatuh dan cempedak matang dari pohonnya.

” Alam masih hijau, udara segar, natural. Disini banyak kelekak durian lokal, kebun tua. Mayoritas masyarakat disini rata – rata punya kebun durian tapi di luar kawasan bukit. Jadi kebun orang banyak kumpul disini. Duren produk lokal. ke depan akan kita tambah durian unggulan, cempedak juga,” ujar Evan.

Akses jalan ke bukit menurut Evan memang harus dipikirkan, agar pengunjung nantinya tidak kesulitan. Untuk itu ia berharap Pemda setempat ikut memperhatikan hal tersebut. Pihaknya tidak menutup diri untuk investor lain yang ingin ikut berinvestasi.

” Kami terbuka luas bagi investor terutama yang bergerak di bidang pariwisata, kami sangat terbuka untuk bekerja sama, mau investor lokal ataupun luar. Kita tetap membuka komunikasi bersama investor yang bergerak di pariwisata seperti apa nanti kerjasama ya kan, yang terutama bersama agen – agen pariwisata, mereka butuh destinasi di Bangka Barat ini masih sangat kurang, masih sangat minim lah,” kata Evan. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: