BANGKA BARAT — Bupati Bangka Barat Markus bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing meninjau arus mudik Idulfitri 2026 di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok, Minggu ( 15/3/2026 ).
Di ruas jalan Tanjung Kalian terlihat antrean truk logistik mengular menunggu waktu keberangkatan. Begitu pula di Buffer Zone dan tempat wisata Batu Rakit tampak dipadati kendaraan roda empat.
Menurut Markus, memang ada beberapa hal yang menjadi perhatian Gubernur Babel setelah melihat langsung kondisi arus mudik di Pelabuhan Tanjung Kalian. Salah satunya penumpukan kendaraan roda empat dan truk logistik.
“Pak Gubernur berharap tidak ada penumpukan mobil sehingga arus ini bisa lebih cepat. Tadi kan ada beberapa keluhan juga dari penumpang yang menyampaikan, tadi langsung juga didengar oleh Pak Gubernur, bahwa mereka lama menunggu,” kata Markus.
Karena itu Markus berharap kepada pihak PT. ASDP agar ada pembenahan guna mengatasi masalah tersebut agar arus mudik tahun depan bisa lebih baik dan lancar.
“Tentunya kita berterima kasih juga ASDP sudah memperhatikan usulan Pemkab Bangka Barat untuk menambah satu dermaga lagi, sehingga bongkar muat mobil bisa lebih cepat,” tambah Markus.
Memang selama ini kata Markus PT. ASDP hanya memiliki satu dermaga sandar di Pelabuhan Tanjung Kalian. Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan yang menunggu giliran untuk diseberangkan ke Pelabuhan Tanjung Api Api, Provinsi Sumatera Selatan.
“Nah nanti ditambah satu lagi dan setelah lebaran ini rencananya akan segera dibangun. Harapan kita nanti ke tahun depan mudik bisa lebih lancar dan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Namun pihak Pelabuhan Tanjung Api Api harus mengimbangi pula untuk menambah dermaga sandarnya. Maka kata Markus, Gubernur Hidayat Arsani akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel terkait hal itu.
“Harapan kita di Tanjung Api-Api juga bisa dua, ya, dermaganya, sehingga bongkar muat di Tanjung Api-Api juga bisa cepat,” ucap Markus.
“Kalau kita nanti sudah dua kan otomatis di Tanjung Kalian bisa lebih cepat. Selama ini kan dia bergiliran, setelah turunkan penumpang dan mobil, habis itu kan menunggu dulu penuh baru berangkat. Artinya kan pasti ada yang tertunda untuk masuk,” ucapnya.
Peran Pemda Bangka Barat dalam hal penanganan arus mudik menurut Markus, menyediakan buffer zone untuk menampung kendaraan yang tidak tertangani oleh pihak ASDP agar tidak mengantre di ruas jalan.
“Sekarang ini kan areal yang digunakan kan, karena tidak muat di ASDP, menggunakan salah satunya di areal pemda, termasuk yang di buffer zone, termasuk yang di Pantai Batu Rakit,” terangnya.
Ke depan Markus berharap arus mudik bisa berjalan lancar dan tidak ada lagi keluhan – keluhan dari penumpang atau pengguna jasa penyeberangan. ( SK )






























