PMI Bangka Barat Ikut Andil Tangani Arus Mudik, Tempatkan AED di Pelabuhan Tanjung Kalian

HEADLINE, KESEHATAN353 Dilihat

BANGKA BARAT – Pada arus mudik tahun 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka Barat ikut andil dengan menempatkan satu unit alat Automatic External Defibrillator (AED) di area Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok, Jum’at ( 13/3 ).

Penempatan AED ini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kegawatdaruratan medis, khususnya di tengah meningkatnya arus mudik di pelabuhan penyeberangan tersebut.

Penempatan alat ini dilakukan bertepatan dengan mulai padatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan melalui pelabuhan, sehingga keberadaan fasilitas pertolongan darurat menjadi semakin penting.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Bangka Barat, dr. Yovita Sari Metkono, diikuti jajaran pengurus PMI yang turut hadir, yakni Bendahara PMI Desy Chrisdiniaty, Wakil Ketua Organisasi Harianto, serta Wakil Ketua Bidang Relawan dan Keanggotaan Wico Hardiansyah.

Dari pihak pengelola pelabuhan, kegiatan ini diterima oleh perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Tanjung Kalian, yaitu Sarwono Dwi Saputra.

Ketua PMI Bangka Barat, dr. Yovita Sari Metkono, menjelaskan kehadiran alat AED di area pelabuhan merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kejadian henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) yang dapat terjadi kapan saja, terutama di lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

“Momentum meningkatnya arus mudik membuat aktivitas di pelabuhan semakin padat. Oleh karena itu, keberadaan alat AED diharapkan dapat membantu memberikan pertolongan pertama secara cepat apabila terjadi kondisi darurat medis,”kata Yovita.

Selain penempatan alat, menurut dia, PMI Bangka Barat juga akan melaksanakan pelatihan pertolongan pertama dan penggunaan AED bagi para petugas yang berada di lingkungan pelabuhan, seperti petugas keamanan (security), petugas kebersihan (cleaning service), serta petugas tiket.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapan petugas pelabuhan dalam memberikan respon awal terhadap kejadian darurat medis, yang mungkin terjadi di tengah tingginya mobilitas penumpang,” jelasnya.

Yovita menambahkan, melalui kolaborasi ini, PMI Bangka Barat dan pihak pengelola pelabuhan berharap dapat menciptakan lingkungan ruang publik yang lebih aman, responsif dan siap menghadapi situasi kegawatdaruratan medis, khususnya selama periode arus mudik. ( Red )




Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *