Aksi Lima Penyusup di Pelabuhan Limbung Muntok Digagalkan Petugas

Muntok — Tidak kenal kata jera, warga pendatang terus berusaha masuk ke Muntok dengan melakukan berbagai cara. Kali ini mereka mencoba masuk lewat Pelabuhan Nelayan, Muntok atau Limbong di Kelurahan Tanjung.

Lima orang penumpang gelap yang mencoba masuk ke Muntok lewat Pelabuhan Nelayan berhasil diamankan Tim Posko Gugus Tugas Covid – 19 Bangka Barat, Sabtu ( 16/5/2020 ).

Menurut Sekretaris GTPPC-19 Bangka Barat, Sidarta Gautama, kelima orang yang diamankan ber- KTP Palembang dan Pangkalpinang.

” Mereka diamankan sekitar pukul 11 siang tadi, menggunakan speed lidah. Sudah mau merapat ke darat, tapi keburu ditangkap karena sudah di pantau dari Pos AL dan dari Posko Gugus Tugas Covid – 19,” jelas Sidarta Gautama via WhatsApp, Sabtu ( 16/5 ) malam.

Dikatakan Sidarta, kelima orang tersebut berniat berbisnis, membawa sarang burung walet dari Palembang dengan tujuan Pangkalpinang.

Ketika diintrogasi petugas Posko terdiri dari TNI AL, BPBD, Dinkes, KKP dan Kantor Karantina Muntok, mereka mengaku terpaksa lewat jalur Pelabuhan Nelayan karena khawatir tidak bisa menyeberang melalui pelabuhan resmi Tanjung Kalian.

Sidarta menyebut, berdasarkan keterangan Danpos TNI AL Muntok, Kapten Laut Yuli Prabowo, kelima orang tersebut tidak mengantongi dokumen resmi apa pun dari Palembang. Mereka hanya membawa KTP dan Surat Keterangan Bidan Desa.

” Mereka diberikan arahan dan stresing
agar tidak sekali kali lagi melakukan penyeberangan lewat jalur non penumpang, apalagi semasa penyebaran virus Covid ini,” kata Sidarta.

Setelah diperiksa dan diintrogasi, kelima penyusup dikembalikan ke daerah asal mereka, Palembang dengan speed lidah yang mereka gunakan dengan perjanjian tidak kembali lagi melakukan penyeberangan melalui pelabuhan non penumpang dan untuk dapat melengkapi semua persyaratan penyeberangan yang sudah ditentukan berdasarkan Surat Edaran Gugus Tugas Nasional Nomor 4 Tahun 2020.

” Mereka sempat kita cek kesehatan di Posko Gugus. Hasilnya baik, suhu tubuh 36 derajat,” ujar Sidarta.

” Hal terpenting adalah adanya sinergisitas antar tim di dalam gugus tugas. Ini terbukti sangat ampuh untuk melindungi Bangka Barat umumnya Babel ini dari ancaman penyebaran wabah Covid – 19 ini. Itu kata kuncinya,” sambung Sidarta. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: