BANGKA BARAT — Polisi belum dapat memastikan asal muasal dan tujuan 4,9 ton diduga logam tanah jarang ( LTJ ) yang diamankan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu 22 Agustus 2026 lalu.
Kasat Polairud Iptu Yudi Lasmono mengatakan hal tersebut saat konferensi pers di Mapolres Bangka Barat, di Kecamatan Mentok, Rabu 26 Agustus 2026.
“Yang jelas kami sampaikan ini mau dibawa keluar dari Pulau Bangka, Bangka Belitung. Namun untuk kemananya kami masih dalam proses. Kita masih pengembangan sumber maupun tujuan penampung dari barang-barang ini. Jadi harap maklum ya,” kata Yudi.
“Kami masih dalam proses penggalian, kami dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk keterlibatan pihak-pihak selanjutnya,” imbuh dia.
Selain itu kepolisian saat penangkapan sudah melakukan uji laboratorium dengan PT Timah untuk memastikan apakah benar barang yang diamankan tersebut LTJ atau bukan. Saat ini pihak Polairud masih menunggu hasil dari uji lab tersebut.
“Namun secara lisan dan komunikasi kami memang ini diduga gitu kan, diduga ini monasit,” ujarnya.
Polisi memperkirakan 4,9 ton barang diduga LTJ tersebut bernilai Rp735 juta, dengan asumsi harga per kilogram sekitar Rp150.000.
Upaya penyelundupan ini sudah kali kedua dilakukan para tersangka. Aksi pertama mereka berhasil lolos. Namun pada Sabtu kemarin mereka berhasil diamankan.
Modusnya barang yang akan diselundupkan tersebut mereka tutupi dengan barang – barang lain di dalam truk untuk menyamarkannya.
Yudi menambahkan, selain EV (47) warga Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat yang berperan sebagai pengendali kegiatan, pemilik, sekaligus pengatur pengiriman barang, dua lainnya NO (29) pengemudi truk dan RR (35) kernet merupakan warga Grobogan, Pati, Jawa Tengah.
“Memang orang luar, jadi mereka ini memang dari luar mengangkut mungkin angkutan mereka dari luar masuk ke Bangka Belitung. Namun setelah dari itu mungkin mengambil untuk pengangkutan ini,” terang Yudi.
Satu kali kecolongan membuat Polres Bangka Barat bertekad membersihkan wilayah Bumi Sejiran Setason dari upaya penyelundupan.
Menurut Yudi pihaknya akan melakukan patroli rutin di lokasi-lokasi yang berpotensi dimanfaatkan para pelaku untuk melakukan penyelundupan.
“Termasuk jalur – jalur tikus yang juga menjadi salah satu target kami,” ujar Yudi. ( SK )






























