PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Sri Gusjaya, menyayangkan bahasa pernyataannya diduga dipelintir oleh oknum media.
“Saya dikatain orang, ketua tidak tegas. Kita niat baik nolong orang, kita malah diserang orang gara-gara dipelintir bahasanya,” Didit di ruang kerjanya, Rabu siang (5/3/2025).
Didit menegaskan, dirinya minta ponton yang akan beroperasi menambang timah di perairan laut Batu Beriga ditarik, bukan berhenti sementara.
“Artinya, saya minta itu dihentikan, bukan berhenti sementara,” tegasnya.
Yang kedua, Didit minta Bupati dan DPRD Bangka tengah mengajukan usulan agar wilayah perairan Batu Beriga di-zero-kan dari pertambangan.
“Bupati Bangka Tengah, DPRD Bangka Tengah berkonsultasi kepada pemerintah provinsi, bagaimana agar wilayah Batu Beriga itu dijadikan zona nelayan bukan zona pertambangan,” katanya.
“Wewenang betul ada di provinsi, tapi yang punya wilayah itu mereka. Di sini butuh sinkronisasi, harmonisasi dan kerja sama,” katanya. (R78)
Link sumber: kabarbangka.com
Didit Srigusjaya Sesalkan Penyataannya Terkait Tambang Beriga Dipelintir Media





























