PANGKALPINANG — Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) Kepulauan Bangka Belitung M Adha Al Kodri mengatakan saat ini jumlah lembaga penyiaran di Babel sebanyak 48 terdiri dari tv dan radio.
Hal itu ia katakan dalam sambutannya di acara Anugerah Penyiaran KPID Kepulauan Bangka Belitung 2023, di Soll Marina Hotel & Conference Center, Pangkalpinang, Rabu malam (6/12/2023).
Selain itu dia berharap tv lokal yang sempat hadir di Bangka Belitung namun menghilang karena tidak mampu bersaing, ke depan bisa dihadirkan lagi.
“Ke depan kita harapkan ada TV lokal yang terakhir hadir tahun 2020 tapi karena tidak mampu bersaing di tengah pandemi Covid kini sudah tidak ada lagi. Ke depan kita harapkan ada bantuan dari pemerintah provinsi, kabupaten kota supaya tv lokal kita hadir kembali,” kata Kodri.
Pada acara ini KPID Babel award yang diberikan kepada lembaga penyiaran sebanyak 5 kategori untuk tv dan 8 kategori untuk radio serta 2 life achievement tv dan radio.
“Life and achievement tv dan radio ini merupakan hal yang paling sakral karena yang mendapatkannya adalah orang-orang yang paling senior, sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun dalam kiprahnya di dunia penyiaran baik TV maupun radio di Kepulauan Bangka Belitung,” kata Kodri.
Sedangkan program – program yang dikirim ke pihaknya sebanyak 70 sampai 80 siaran sesuai tema, di tengah perkembangan teknologi informasi serta media baru yang sangat agresif bermunculan.
“Kita harapkan semuanya mampu mengangkat konten-konten lokal yang ada di Bangka Belitung. Yang barat boleh masuk, Indonesia juga boleh tapi yang penting budaya kita yang harus kita angkat,” ujarnya.
“Kita harap bagaimana konten-konten lokal ini bisa ditayangkan secara luas sesuai amanat UU Nomor 32 Tahun 2002 bahwa lembaga penyiaran tv dan radio wajib menyiarkan 10% konten lokal walaupun sebagian masih belum mentaati,” sambungnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel Muhammad Soleh berharap, award yang digelar KPID ini dapat mendorong lembaga penyiaran menjadi lebih produktif, dalam menghasilkan konten siaran yang sehat, mendidik dan berkualitas
“Kegiatan ini, merupakan wujud penghargaan, atas usaha dan komitmen lembaga penyiaran, dalam menyuguhkan program-program yang kreatif ke tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.
“Ini juga merupakan bukti komitmen bersama antara pemerintah, DPRD, KPID dan lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, dalam memberikan siaran yang berkualitas dan mendidik, untuk masyarakat di Provinsi Kepulauan Babel,” lanjutnya.
Menurut dia pelaksanaan kegiatan yang bertajuk “Harmonisasi Budaya di Era Digitalisasi Penyiaran” tersebut, tidak hanya sekedar memberikan apresiasi dan dedikasi dalam dunia penyiaran saja.
Akan tetapi pelaksanaan kegiatan tersebut juga sebagai wadah, untuk merayakan kontribusi masyarakat di Provinsi Kepulauan Babel pada pertumbuhan dan kemajuan daerah.
Di samping itu Soleh mengapresiasi pelaksanaan kegiatan award KPID yang dilaksanakan untuk kali pertama di Babel ini.
“Semoga kita semua dapat terus bersinergi dan berkolaborasi, untuk kemajuan penyiaran di Provinsi Kepulauan Babel,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan bupati/wali kota se-Kepulauan Babel, unsur Forkopimda, Kepala Diskominfo Kepulauan Babel dan Komisioner Komisi Informasi Pusat. ( SK )
KPID Berharap TV Lokal Kembali Hadir di Babel





























