Vaksinasi Bertujuan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok dari Wabah Covid – 19

Muntok — Sasaran utama program vaksinasi Covid – 19 oleh Pemerintah RI adalah orang – orang yang berusia 18 hingga 59 tahun. Tujuannya untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap penularan virus asal Wuhan, China tersebut.

” Sasaran utama yang diberikan vaksin itu usia 18 – 59 tahun. Kenapa? Karena kita ini berada di tahapan – tahapan terakhir pencegahan Covid-19 dengan cara membentuk herd immunity atau
kekebalan kelompok,” ujar Kurniadi, pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat dalam acara Sosialisasi Vaksin Covid – 19, di Ruang Rapat OR II, Jum’at ( 26/2/2021 ).

Menurut Kurniadi, sebuah populasi atau kelompok bisa dikatakan kebal apabila 70 persen orang – orang di dalamnya sudah divaksinasi.

Dikatakannya, berdasarkan asumsi Kementerian Kesehatan dari data yang mereka miliki, alasan vaksinasi diberikan kepada usia 18 – 59 tahun itu, pertama, usia tersebut beresiko terpapar Covid. Kedua, jika kelompok usia tersebut sudah divaksin, maka orang – orang yang berusia 18 tahun ke bawah dan 59 tahun keatas tidak perlu divaksin lagi.

” Jadi ibu kita yang umur 60 tidak divaksin jika umur 18 – 59 tahun itu komplit semuanya divaksin. Itu sebetulnya latar belakang awal,” tukasnya.

Tapi pada perkembangan selanjutnya, sekarang ini Kementerian Kesehatan merilis aturan baru bahwa orang – orang lanjut usia atau lansia sudah boleh divaksin.

” Penyebabnya, karena masih ada orang – orang kita ini yang nggak mau divaksin. Kalau usia 18 – 59 divaksin semua, maka yang umur 60 keatas 18 ke bawah tidak perlu divaksin karena itu masuk kategori 30 persen tadi. Karena tujuan utama vaksin ini mencapai 70 persen jumlah populasi yang ada,” terang dia.

” Contoh diruang ini ( OR II, Setda Babar, red ) kita ada 20 orang. Agar mencapai kekebalan kelompok maka kita harus mencari 70 persen dari 20 orang, 14 orang sudah divaksin disini. Itu baru terbentuk kekebalan kelompok,” sambungnya.

Ditegaskan Kurniadi, bila semua usia 18 – 59 tahun divaksinasi, maka kelompok lansia dan 18 tahun ke bawah akan berada jauh dari kelompok putih yang telah divaksin, dan itu lah yang disebut dengan kekebalan kelompok.

” Beda halnya ketika kita belum membentuk kekebalan kelompok. Yang ada itu kita berada di orang – orang yang beresiko terkena Covid. Makanya kami memastikan kalau bisa kita semua ini divaksin. Ketika sudah tercapai kekebalan kelompok baru kita bisa leluasa membuka masker,” tandasnya. ( SK ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: