Trisno Widodo Jelaskan Makna ” Gerakan Hijau Biru Babelku “

Muntok — Pengarah Karang Taruna Bangka Barat, Trisno Widodo menjelaskan makna ” Gerakan Hijau Biru Babelku ” yang dilaksanakan di kawasan kaki Bukit Menumbing, dekat perumahan The Bukit, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat hari ini, Minggu ( 14/8/2022 ) pagi.

Menurut dia, makna ” Hijau ” diterjemahkan dengan pemberian bibit pohon kepada para siswa untuk ditanam di rumah masing – masing. Sedangkan ” Biru ” direalisasikan dengan pelepasan ikan endemik Bangka di kolong dekat lokasi kegiatan.

” Salah satunya memberikan bibit – bibit itu lambangnya hijau dan birunya menaburkan kolam ikan,” ujar Trisno di lokasi Gerakan Hijau Biru Babelku, Minggu ( 14/8 ).

Trisno memaparkan, untuk tahap pertama kegiatan penghijauan di Bangka Barat, total pohon yang akan ditanam sebanyak 16.750. Rinciannya 400 pelawan, 60 alpukat, 150 kopi, 150 jeruk serta 1.600 pucuk merah.

Sedangkan penanaman di kaki Bukit Menumbing total pohonnya sebanyak 1.100.

” Kalau untuk se Bangka Belitung jumlah pohonnya sekitar puluhan ribu bibit,” tambah dia.

” Kita startnya memang dari Bangka Barat tapi mudah – mudahan karang taruna bisa mengawal sampai ke Belitung, jadi bukan hanya Bangka Barat tapi se – Babel,” sambungnya.

Trisno juga mengapresiasi Pj. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, yang pulang kampung untuk menghijaukan Bangka Belitung. Ia juga berterima kasih kepada Karang Tarun Bangka Barat yang ikut mendukung kegiatan ini.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak ” Gerakan Hijau Biru Babelku ” Bambang Dwi Hartono mengatakan, sebagai putra daerah Muntok dirinya ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi Bangka Barat.

Awalnya mereka branding konten – konten penghijauan di media sosial. Ternyata mendapat respon bagus dari komunitas yang sadar akan pentingnya penghijauan.

” Tingkat awarness ( kesadaran ) ini perlu kita tingkatkan supaya masyarakat itu lebih tertarik, salah satu brandingnya melalui kegiatan hari ini. Aksi tapi langsung ada penanaman, aksi pemberian bibit kepada para siswa untuk edukasi supaya kegiatan ini menjadi branding untuk penghijauan ke depan,” kata Bambang. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: