Sukirman: Cukup Kami Saja yang Merasakan Rumah Papan Atap Daun Nipah

BANGKA BARAT — Rumah tidak layak huni ( RTLH) salah satu masalah yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Di tahun 2024 ini, Pemda kejar target memperbaiki 100 RTLH yang tersebar di enam kecamatan.

Bupati Bangka Barat Sukirman menyerahkan secara simbolis bantuan perbaikan RTLH kepada 10 orang penerima manfaat, di Gedung Perpusda di Kecamatan Mentok, Rabu ( 18/9/2024 ).

Sepuluh orang penerima manfaat yakni Ridwan dari Belo Laut, Dewi Murni Desa Air Limau, Marhadi Desa Rukam, Didi Ridwan Desa Cupat, Lisa Rosika Desa Bakit, Izhar Kelurahan Kelapa, Harsono Desa Buyan Kelumbi, Rasit Desa Sangku, Yanto Desa Tempilang dan Pusri Desa Penyampak.

Bupati Bangka Barat Sukirman dalam sambutannya berharap dengan adanya bantuan ini, masyarakat penerima manfaat dapat merasakan kenyamanan tinggal di rumah yang layak huni.

Menurut dia program bantuan perbaikan RTLH akan terus dilanjutkan setiap tahun. Bahkan untuk tahun depan pihaknya akan menambah kurang lebih 500 unit RTLH akan disulap menjadi layak huni. Sehingga jumlah yang telah dientaskan menjadi 2.500.

“Karena selain sandang pangan, papan atau rumah ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Sudah lah, cukup lah generasi kami dulu generasi 60-an menikmati rumah 60×10 papan dan atap nipah,” kata Sukirman.

“Saya harapkan generasi sekarang tidak merasakan itu lagi. Buktinya hari ini yang tidak layak huni menjadi layak huni,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukiman Hanson Riadi mengatakan bantuan perbaikan RTLH
adalah bentuk komitmen Pemda Bangka Barat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang rumahnya tidak layak huni.

“Ini merupakan kewajiban pemerintah daerah. Pak Bupati sangat konsen sekali dan berpesan jangan sampai berkurang dan kalau bisa ditambah,” ujar Hanson dalam sambutannya.

Menurut dia selama kurun waktu 2021 – 2024, Bangka Barat melalui Dihubperkim telah melaksanakan bantuan perbaikan RTLH sebanyak 1.048 rumah. Anggarannya dari APBD, APBN dan juga ada Dana Alokasi Khusus ( DAK).

Pihaknya juga bersinergi dengan TNI dan Baznas dalam melaksanakan program ini. Ke depan dia berharap bisa berkolaborasi dengan Bank Sumsel Babel serta pihak lainnya. Sebab, dengan bantuan senilai Rp29.000.000 per unit, di mana harga material yang semakin mahal, maka kolaborasi dengan pihak lain sangat dibutuhkan.

“Program ini tidak berhenti sampai di sini. Kami juga ingin mengajak semua pihak baik dari pemerintah, swasta maupun masyarakat terus membantu dalam upaya peningkatan kualitas hidup warga dalam program rumah tidak layak huni ini,” tutup Hanson. ( SK )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *