Muntok — Kendati sedang disibukkan dengan pengendalian pandemi Covid – 19, Dinas Kesehatan Bangka Barat tidak mengabaikan ancaman penyakit menular lainnya, salah satunya Demam Berdarah Dengue ( DBD ) yang tidak kalah berbahaya.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 sekaligus Sekretaris Dinas Kesehatan Bangka Barat, M. Putra Kusuma meminta masyarakat tetap mewaspadai ancaman penularan DBD.
Menurut Putra, tahun ini angka kasus DBD termasuk kecil bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Di tahun 2020 kasus DBD di Bangka Barat terdata sebanyak 212. Sementara tahun 2021, hingga bulan Agustus ini hanya 48 kasus, dimana Kecamatan Muntok menjadi yang tertinggi dengan 26 kasus.
Sedangkan kasus kematian atau case fatality rate tahun 2020 hanya 0,5 persen, kurang lebih 1 atau 2 orang.
” Kasus ini sebenarnya kalau dari tahun kemarin itu sudah banyak menurun. Tahun ini sampai dengan Agustus hanya 48, tapi dengan kasus yang sedikit ini bukan berarti kita lengah. Tetap lah untuk melakukan 3M dirumah,” kata Putra di ruang kerjanya, Selasa ( 3/8 ).
3M yang dimaksud Putra yaitu, Menutup
rapat tempat penyimpanan air, Menguras tempat penampungan air secara rutin, setidaknya seminggu sekali dan Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menyebabkan air menggenang.
” Ini kan anak – anak sekolah banyak libur, mereka lebih banyak berada di rumah sehingga kalau rumahnya tidak bersih dari jentik nyamuk Aedes Aegypti, anak – anak punya risiko untuk tertular DBD,” kata Putra.
Dia berharap masyarakat tetap melakukan pembersihan di dalam dan diluar rumah agar jentik – jentik nyamuk tidak dapat berkembang biak di sekitar lingkungan setempat.
” Jadi di rumahnya harus bersih dari jentik nyamuk apa pun. Orang terhindar dari DBD itu kan sebenarnya mudah, cuma satu kuncinya, jangan sampai digigit nyamuk. Kalau di tiap – tiap rumah masyarakatnya sudah mengerti, sudah waspada Insya Allah potensi penularan itu tidak ada,” terang Putra. ( SK )






























