Tim SAR Pangkalpinang Sukses Evakuasi 2 Awak KM Nadira yang Kandas di Pantai Pukan

HEADLINE, Peristiwa32 Dilihat

PANGKALPINANG — Kapal KM Nadira mengalami kebocoran dan kandas di kawasan Perairan Pantai Pukan, Kabupaten Bangka, pada Minggu (9/8/2026) dini hari.

Kejadian bermula saat KM Nadira, yang memiliki ciri khas berwarna merah, krem, dan putih, bertolak dari Pelabuhan Jelitik, Kabupaten Bangka pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Informasi dari Kansar Pangkalpinang, kapal tersebut berlayar dengan tujuan mengantar ponton menuju pantai Sampur, Kabupaten Bangka Tengah.

Namun nahas, di tengah perjalanan pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.40 WIB, kapal mengalami kebocoran.

Menyadari kondisi darurat tersebut, nakhoda dengan sigap mengambil keputusan untuk mengkandaskan kapal di sekitar Perairan Pantai Pukan (pada titik koordinat perkiraan 2°02’22.1″S 106°11’44.0″E) guna menyelamatkan kapal dan awak kapal.

Kemudian awak kapal menghubungi Polairud dan diteruskan ke Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi.

Merespons kondisi darurat tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang memberangkatkan 1 Tim Rescue Basarnas bersama Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Karna langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.

Menggunakan Sekoci KN SAR Karna, tim bergerak mendekati titik lokasi kapal yang kandas.

Proses penyelamatan ini tidak berjalan dengan mudah dan penuh tantangan. Dalam perjalanan menuju lokasi, tim penyelamat dihadapkan pada kondisi ombak yang cukup besar sehingga lumayan menyulitkan proses manuver dan evakuasi.

Bahkan, sekoci yang ditumpangi oleh tim Rescue sempat ikut kandas akibat kondisi perairan tersebut, namun beruntung situasi kritis itu berhasil diatasi dengan cepat oleh kesigapan personel di lapangan.

Setibanya di lokasi kejadian, tim mendapati kondisi KM Nadira sudah hampir dipenuhi oleh air laut. Meski demikian, Tim Basarnas bergerak cepat dan berhasil memindahkan kedua korban, yakni Herman (30) dan Saroni (30), beserta sejumlah peralatan berharga milik mereka ke atas sekoci dengan selamat.

Komandan Tim (Dantim) Basarnas Gitri Prima, mengungkapkan bahwa prioritas utama timnya di lapangan adalah keselamatan jiwa para awak kapal di tengah kondisi perairan yang kurang bersahabat.

“Proses evakuasi cukup menantang karena kami harus berhadapan dengan ombak yang besar, bahkan sekoci kami sempat kandas. Saat tim berhasil merapat, kondisi kapal korban sudah sepenuhnya kemasukan air,” jelas Gitri.

“Alhamdulillah, fokus utama kami membuahkan hasil dan kedua korban berhasil kami evakuasi ke sekoci dalam keadaan selamat beserta barang-barang berharganya,” lanjut dia.

“Untuk status kapal KM Nadira yang kandas dan dipenuhi air, nantinya akan dilakukan penarikan secara mandiri oleh rekan-rekan mereka. Tugas kami fokus pada operasi penyelamatan dan memastikan keselamatan nyawa korban,” tambahnya.

Setelah berhasil dievakuasi dari titik lokasi, kedua korban langsung dibawa oleh tim menuju Dermaga PTS Pangkalbalam.

Setibanya di dermaga, kedua awak kapal tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing dalam keadaan selamat, sekaligus menandakan ditutupnya operasi SAR ini. ( * )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *