Menolak Saat Ditracing dan Testing Akan Berakibat Fatal

HEADLINE, KESEHATAN129 Dilihat

Muntok — Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma mengimbau agar kontak erat pasien terkonfirmasi positif virus Corona tidak menolak saat di tracing dan testing, serta bersikap koorporatif dan jujur.

Penolakan dan sikap tidak jujur orang – orang kontak erat menurut Putra menjadi kendala timnya di lapangan. Hal itu akan mempersulit pengendalian pandemi.

” Kita berharap mereka tidak ada yang menolak testing sama tracing. Kontak erat jujur, ketika di testing dilakukan swab dia nggak menolak. Karena salah satu kendala kita di testing dan tracing itu kan penolakan,” ujar Putra di ruang kerjanya, Selasa ( 3/8 ).

Putra mengatakan, bila pasien positif jujur menginformasikan nama orang – orang yang menjadi kontak eratnya, maka potensi penularan yang ada dalam kelompoknya akan bisa ditemukan sehingga tidak berbahaya menyebarkannya kepada orang lain.

” Jadi gini, kalau dari kasus kontak erat kasus konfirmasi, misalnya Si Amir, dia punya kontak erat, idealnya Kementerian bilang harus dicari 15 kontak eratnya. Si Amir ini jujur, ketemu lah 15, kemudian 15 orang ini ditesting dan ditemukan 1 atau 2 orang yang positif,” jelasnya.

” Kalau tidak dilakukan tracing dan tidak ditesting, 2 orang ini akan menjadi bola liar. Dia akan terus menggelinding menular menular tanpa kita tahu dimana titik tumpunya. Kalau nggak ditesting 2 orang ini tidak bakal ketahuan. Jadi 2 orang ini harus kita isolasi sementara,” imbuh dia.

Putra menambahkan, bila tidak ditesting, 2 orang positif Covid tersebut akan menularkan virusnya berkali – kali lipat dan bereplikasi terus secara eksponensial tanpa terkontrol karena tidak ditemukan sejak awal. Dalam situasi seperti ini penularan akan terus terjadi dan tidak bisa dihentikan.

Karena itu bila ingin segera keluar dari PPKM level 4, ia sangat mengharapkan kerja sama dan dukungan masyarakat untuk bersikap koorporatif dan jujur agar testing dan tracing bisa dilakukan dengan baik.

” Kita Pemda sudah memaksimalkan pengendaliannya tapi nggak bisa bila hanya Pemda. Masyarakat harus membantu. Kalau kita mau lepas dari PPKM ini segera ya penuhi indikator – indikatornya, diantaranya testing dan tracing,” tukas Putra. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *