Peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Falaah Dihadiri Para Habaib

Muntok — Setelah enam tahun absen, Masjid Nurul Falaah Kampung Senang Hati, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok kembali menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar di Masjid Nurul Falaah, Jalan Hos Cokroaminoto, Jum’at ( 29/10 ) malam.

Penyelenggaraan di tahun 1443 Hijriyah/2021 ini dimotori PHBI Masjid Nurul Falaah bekerja sama dengan Majelis Arba’in, mengusung tema ” Menjalin Silaturahmi Untuk Kemakmuran Masjid “.

Dalam peringatan Maulid Nabi kali ini, Masjid Nurul Falaah dibanjiri para habaib dari Majelis Arba’in serta para guru dan ustadz dari Pesantren Pesantren Ribath Seiyun.

Warga Kampung Senang Hati yang sudah lama merindukan moment Maulid juga terlihat antusias menghadiri acara tersebut.

Habib Ahmad bin Mahdi Assegaf dihadirkan untuk memberikan tausiyah kepada para jama’ah dari Kampung Senang Hati serta Kampung Tanjung.

Para habaib yang hadir diantaranya, Habib Farid Assegaf, Habib Hasan Al Kaff, Habib Usman Al Musawwa, Habib Haidar Al Kaff, serta sejumlah guru dan santri.

Selain tausiyah, acara diselingi lantunan solawat oleh para habaib diiringi kesenian hadrah para santri dari Pondok Pesantren Ribath Seiyun, Kampung Tanjung, Kelurahan Tanjung, Muntok.

Habib Ahmad bin Mahdi Assegaf usai acara mengatakan, maulid bermakna kelahiran Nabi Muhammad SAW, sedangkan makna secara rahmatan yaitu, adanya manusia, makhluk, hari yang mulia, malam Lailatul Qadar, serta adanya bulan Ramadhan, itu berkat adanya maulid atau lahirnya Nabi Muhammad SAW.

” Sebagai umatnya, kita harus memuliakan dan mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad. Kita nggak usah pakai dalil ya, anak kecil ketika ulang tahun kita rayakan nggak pakai dalil, maka untuk apa kita membutuhkan dalil untuk memuliakan Nabi Muhammad?,” ujar Habib Ahmad.

Menurut Habib Ahmad, Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang sangat agung, yang sudah memikirkan ummatnya sejak 1.400 tahun yang lalu.

Nabi Muhammad juga yang akan memberikan syafa’at kepada ummatnya di hari kiamat kelak. Maka sudah sepantasnya ia dimuliakan.

” Sampai – sampai di Hadist Sahih Bukhori, Nabi Muhammad ini senantiasa dia berdiri di Sidratul Mustaqim nanti di hari Padang Masyar, tetap nanti kita mengadu kepada Nabi Muhammad, akhirnya dapat syafa’at dari Nabi Muhammad. Jadi kenapa kita harus menunggu untuk memuliakan Nabi Muhammad? Apalagi mau kita cari – cari dalil?,” tukas Habib Ahmad.

Sementara itu PHBI Masjid Nurul Falaah, yang terdiri dari Ketua RT dan segenap warga Kampung Senang Hati memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini sebagai moment silaturahmi, kebersamaan yang sudah lama ditunggu – tunggu.

” Semangat silaturahmi, gotong – royong dan kebersamaan sangat kita rasakan selama persiapan hingga pelaksanaan acara yang berjalan sukses dan lancar tanpa kendala, rasanya sedih bercampur bahagia dan terharu,” ujar Ketua RT. 01, RW.02, Kampung Senang Hati, Eva Kurnia. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *