BANGKA BARAT — Situasi Timur Tengah yang masih dilanda perang antara Amerika Serikat – Israel dengan Iran membuat pemberangkatan jema’ah haji Indonesia ke Mekkah, Arab Saudi masih harus dipertimbangkan.
Pasalnya Arab Saudi dan negara-negara kawasan Teluk Persia juga ikut terkena imbas serangan rudal Iran di perang yang semakin memanas itu.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Bangka Barat Lela Aspani mengatakan, ada tiga opsi yang dipertimbangkan terkait keberangkatan jama’ah haji ke tanah suci di tengah situasi perang ini.
Hal ini nanti akan disampaikan kepada 130 orang jema’ah haji Bangka Barat.
Opsi pertama, penerbangan dialihkan ke Oman untuk transit mengisi bahan bakar, kemudian memutar mengambil jalur ke Afrika.
“Kalau muter, biasanya kita 9 jam penerbangan bisa 12 jam. Berarti biaya operasionalnya bertambah. Kemungkinan mereka memikirkan bagaimana operasionalnya, sedangkan pelunasan jemaah sudah selesai,” kata Lela, Selasa ( 17/3/2026 ).
Opsi kedua lanjut Lela, pemerintah Indonesia membatalkan keberangkatan para jema’ah ke tanah suci.
“Tapi kalau membatalkan bagaimana biaya yang sudah disetarkan ke Arab Saudi apakah kembali 100 persen,” katanya.
Dan opsi ketiga, pemerintah Arab Saudi sendiri yang membatalkan. Tapi hal ini juga menimbulkan masalah lain yang harus menjadi perhatian.
“Kalau pemerintah Arab Saudi yang membatalkan, bagaimana juga dengan operasional kita yang sudah disetorkan? Jadi, opsi-opsi ini belum tahu yang mana dipilih, belum pasti. Kita menunggu dalam waktu dekat ini,” ungkap Lela.
Saat ini situasi perang di Timur Tengah belum ada tanda – tanda akan berakhir, sedangkan pemberangkatan jema’ah haji yang pertama kata Lela akan dilaksanakan pada April bulan depan.
“Mereka mulai masuk asrama yang pertama itu tanggal 24 April. Kalau kita Bangka Barat kloter ketujuh itu tanggal 30 April masuk asrama haji jam 15.30 sore. Jadi itu, jadi kita nunggu dulu kondisi saat ini,” katanya.
Namun terlepas bisa terbang atau tidak, pihaknya tetap melakukan prosedur keberangkatan, seperti mengambil tas
dan buku manasik haji jemaah dan lain-lain.
Kondisi ini menurut dia juga sudah disosialisasikan kepada para jama’ah haji.
“Tapi sebagian mereka sudah tahu kondisi saat ini. Jadi mereka menyadari juga,” ujarnya.
“Harapan kita semoga situasi ini aman aman jangan sampai tidak berangkat. Karena kalau batal berangkat waiting list kita akan semakin menumpuk, mengingat waiting list kita sudah banyak 3.500 lebih,” harap Lela Aspani. ( SK )
Perang di Timur Tengah Makin Panas, Jama’ah Haji Indonesia Terancam Batal Terbang ke Arab Saudi






























