BANGKA BARAT — Penyebab keracunan makanan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis ( MBG ) bisa bermacam – macam. Salah satunya yakni penanganan daging sebelum dimasak.
Direktur Halal Training Education Consulting ( Haltec ) Bangka Belitung Nardi Pratomo memberi contoh, misalnya penanganan daging ayam yang ditumpuk sembarangan di dalam freezer.
“Daging ayam sudah disembelih kemudian disimpan di freezer. Cara penumpukannya tidak tepat langsung main tumpuk, yang di tengah ini tidak beku,” kata Nardi usai rakor MBG di OR 1 Setda Bangka Barat, Rabu ( 8/10 ).
Karena ayam yang di tengah tidak beku, maka di dalamnya hidup micro organisme atau mikroba.
Selanjutnya daging ayam yang beku dan tidak beku di dalam freezer dimasak serentak. Maka kata Nardi ayam yang di tengah mengalami pembusukan dengan cepat.
Ketika selisih waktu dari memasak sampai menyajikan makanan ke para siswa terlalu jauh, maka makanan tersebut kata Nardi berpotensi menyebabkan keracunan.
“Katakanlah masak mungkin sudah mulai dilakukan jam 8 – 9, sedangkan dimakan nanti jam 12 siang. Bisa potensi keracunan orang, itu dari daging saja ya,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal itu menurut Nardi, BGN sudah menerapkan Standar Operasional Prosedure ( SOP ) yang harus diikuti dapur SPPG.
“Kemudian orang-orang dapur itu ya terutama pemilik dapur ini harus bener-bener membekali SDM-nya yang kompeten tidak asal rekrut,” kata Nardi.
Tidak asal rekrut yang ia maksud, bukan hanya ahli gizi lulusan D3 atau S1 sekedar untuk memenuhi persyaratan tapi ternyata keilmuannya kurang update. Di bidang penyelia halal juga harus orang – orang yang benar – benar kompeten. Sebab lanjut Nardi dalam sehari dapur harus memasak untuk 3.500 orang.
“Jadi kalau orang kondangan itu setiap hari itu pesta terus masak untuk 3.500 orang. Nah ini memang yang dikhawatirkan oleh banyak pihak,” ujarnya.
Maka pemilik dapur menurut dia harus berani berinvestasi untuk menyiapkan SDM yang kompeten, jangan asal dapat sertifikat.
Dia menambahkan, program MBG sangat bagus, sebab di negara – negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat sudah ada program makan siang gratis.
“Kita baru mau masuk ke sana. Kita boleh memberikan kritik tapi jangan sampai membuat program ini jadi hilang,” ucap Nardi. ( SK )
Penyebab Keracunan Makanan dalam Program MBG Macam – macam, Ini Salah Satunya






























