PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Monica Haprinda, menggelar reses Masa Sidang II Tahun Sidang I pada Minggu (18/05/2025) di Café Coffee Greenland, Komplek Perumahan Greenland, Kota Pangkalpinang.
Kegiatan reses ini merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang.
Monica menjelaskan bahwa reses kali ini seharusnya berlangsung selama tiga hari, namun diringkas menjadi dua hari, karena pada Senin (19/05/2025) akan dilaksanakan reses gabungan tujuh anggota DPRD Provinsi Dapil Kota Pangkalpinang di Gedung OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
“Alhamdulillah reses kali ini berjalan lancar. Masyarakat yang hadir cukup antusias menyampaikan aspirasi mereka,” ujar Monica, yang juga dikenal sebagai istri dari mantan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (2018–2023).
Dalam sesi dialog, sejumlah isu mengemuka, mulai dari keluhan soal pengaspalan jalan dalam kompleks perumahan, persoalan zonasi pendidikan, hingga pengelolaan sampah dan kebutuhan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) regional.
Monica menyampaikan bahwa penting bagi masyarakat untuk memahami batas kewenangan antara DPRD Kota dan DPRD Provinsi.
Untuk persoalan jalan kompleks yang menjadi kewenangan Kota Pangkalpinang, ia berjanji akan berkoordinasi langsung dengan Dinas PU Kota.
Sementara untuk persoalan sampah, ia menekankan urgensi pembangunan TPS regional, karena sistem saat ini dinilai belum mampu mengatasi meningkatnya volume sampah di Kota Pangkalpinang.
“TPS regional ini sangat penting. Kita butuh perencanaan jangka panjang dan melibatkan lintas kabupaten/kota. Semoga perda terkait bisa segera diparipurnakan dan direalisasikan,” tegasnya.
Dalam bidang pendidikan, Monica menerima banyak keluhan soal zonasi SMA dan keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Kota Pangkalpinang.
Ia berharap Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan segera melakukan langkah konkret, termasuk percepatan pelantikan kepala dinas yang definitif.
“Kalau tidak ada pimpinan yang definitif, tentu akan berdampak pada kebijakan. Apalagi awal Juni nanti sudah mulai penerimaan siswa baru,” ujarnya.
Monica juga menyuarakan perlunya penambahan unit sekolah baru di Kota Pangkalpinang, terutama jenjang SMA, serta perbaikan infrastruktur sekolah yang sudah ada. Ia telah berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD Babel agar rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti.
Monica turut menyoroti kurangnya minat terhadap sekolah swasta akibat daya tampung sekolah negeri yang terbatas.
“Kita juga minta ada sosialisasi lebih masif bahwa SMA dan SMK sama-sama baik, tinggal bagaimana siswa menentukan arah masa depannya. Orang tua juga harus mendapat pemahaman yang utuh,” tutupnya. (Riyanda)






























