BANGKA SELATAN – Insiden tanah longsor yang terjadi di tambang camui, Desa Kepoh, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (3/2/2025), masih dalam tahap penyelidikan.
Longsor yang mengakibatkan hilangnya seorang korban, SA alias BL (50), pemilik tambang, berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung mendapat perhatian pihak berwenang.
Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Raja Taufik Ikrar Buntani, menyampaikan bahwa hingga kini pihak kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut untuk mengetahui kronologi lebih lanjut.
“Korban warga Gadung. Kami masih dalam proses pemeriksaan,”kata Raja melalui pesan WhatsApp kepada Mediaqu.
Kejadian tersebut bermula saat longsor pertama terjadi secara tiba-tiba di lokasi tambang. Setelah itu, longsor kedua yang lebih besar menghantam area tersebut, menyebabkan korban yang berada di sekitar lokasi tidak sempat menyelamatkan diri.
Meski beberapa pekerja sudah memberikan peringatan, longsoran datang dengan sangat cepat dan korban tertimbun dalam tanah.
Saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk petugas kepolisian dan masyarakat setempat, terus berupaya mencari korban yang hilang. Proses pencarian dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah yang tidak stabil.
Kepala Desa Kepoh, Udayasa, membenarkan adanya insiden tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. “Ya benar,” ujarnya.
Pihak berwenang masih terus menyelidiki penyebab pasti dari longsor yang terjadi. (Suf)
Link sumber: https://mediaqu.co
Korban Tanah Longsor di Tambang Desa Kepoh Bangka Selatan Masih Dicari






























