Kasus Dua Juru Mudi Penumpang Gelap Sungsang Masih Berlanjut

Muntok — Joni Jeni dan Darmawan alias Wawan, dua juru mudi speed lidah asal Sungsang, Banyuasin belum bisa bernafas lega. Pasca diamankan Sat Polair Polres Bangka Barat pada Minggu ( 26/4/2020 ) lalu, kasus dua orang ini masih berlanjut ke Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muntok.

Menurut Kasat Polair Polres Bangka Barat, AKP Candra Wijaya, Darmawan dan Joni Jeni berikut barang bukti dua unit speed lidah telah diserahkan pihaknya ke pihak KSOP, Rabu (29/4/2020) sore kemarin.

AKP Candra menyebut, alasan pihaknya melimpahkan perkara speed lidah bawa penumpang gelap ini disebabkan ancaman hukumannya menurut Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran adalah dibawah 5 tahun.

” Kemarin sore, semuanya kami limpahkan ke pihak KSOP, baik juru mudi maupun barang bukti dua speed lidah yang dipakai keduanya mengangkut penumpang dari Sungsang menuju Muntok. Karena ancamannya di bawah 5 tahun makanya kami limpahkan,” ujar Candra, Kamis ( 30/4/2020 ).

Terpisah, Kepala KSOP Muntok, Rian Ticen mengatakan, pihaknya telah melakukan Berita Acara Pemeriksaan Pertama (BAPP) terhadap Darmawan dan Joni Jeni hari ini, Kamis ( 30/4/2020 ).

” Hari ini kedua juru mudi itu kami BAPP dulu bagaimana kronologis mereka mengangkut penumpang datang kesitu, di Kepolisian juga mungkin sudah di BAPP cuma mereka kan tidak mempunyai kewenangannya,” ujar Rian Ticen, Kamis ( 30/4/2020 ).

Menurut Rian, jika dalam BAPP tersebut ditemukan adanya tindak pidana, maka perkara tersebut akan dikembalikan ke Sat Polair Polres Bangka Barat.

” Kalau ada unsur pidana kita kembalikan ke pihak Kepolisian. Rencana itu kan kapal kecil, jadi nanti kami akan periksa dulu kronologisnya, aturan apa yang akan kita terapkan,” imbuh Rian. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: