Gaji Guru Terlambat, PGRI Bangka Barat Sampaikan Unek – unek ke Bupati dan Wabup

HEADLINE, PENDIDIKAN364 Dilihat

BANGKA BARAT — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangka Barat menemui Bupati Markus dan Wakil Bupati Yus Derahman menyampaikan unek – unek terkait keterlambatan pembayaran gaji dan TPP yang dialami para guru di Bangka Barat, Jum’at ( 7/11 ).

Ketua PGRI Bangka Barat Budi Mulyana usai audiensi mengatakan, pihaknya mewakili para guru menyampaikan kepada kepala daerah agar keterlambatan gaji tidak terulang lagi di bulan – bulan berikutnya.

“Termasuk penyesuaian -penyesuaian pembayaran TPP, yang ada Perbup sampai bulan Desember ini ada penyesuaian. Harapan kami setelah bulan Desember kembali normal seperti biasa, itulah yang terpenting,” kata Budi Mulyana.

Selain itu terkait PPPK paruh waktu juga disampaikan pihaknya. Budi mengatakan, guru – guru PPPK paruh waktu agak cemas dengan nasib mereka selanjutnya karena istilah paruh waktu.

Dia berharap PPPK paruh waktu bisa agar bisa penuh waktu atau full, sehingga tidak ada lagi istilah paruh waktu.

“Jadi kawan-kawan guru ini agak-agak masih cemas gimana nasib kawan – kawan guru PPPK paruh waktu. Ini apakah bisa dipercepat atau bahkan di- full-kan tidak ada istilah paruh waktu, sehingga kawan-kawan guru yang sekarang dinyatakan sebagai paruh waktu atau dalam proses ini nanti ada harapan yang lebih baik lagi,” harap dia.

Budi juga menyampaikan benturan yang kerap dialami guru ketika mendisiplinkan murid di sekolah. Bahkan ada beberapa kasus guru yang dilaporkan ke polisi karena orang tua murid tidak terima anaknya ditegur.

“Terkadang di situ terjadi benturan-benturan, di mana ketika guru mendisiplinkan muridnya ada benturan di mana guru menjadi selalu terpojok di dalam peristiwa-peristiwa itu,” kata dia.

Maka dia berharap semua pihak, khususnya orang tua murid, kepolisian bahkan pemerintah dapat mengerti dan memahami hal itu.

“Bahwa kami mendisiplinkan murid ini menjaga amanat kami sebagai guru mendidik anak bangsa,” cetus dia.

Di samping itu ada hal lain yang juga disampaikan Budi dan rekan – rekannya. Dia berharap agar pemerintah daerah merekomendasikan atau membuat regulasi berupa peraturan bupati, setiap tanggal 25 setiap bulannya para guru diperkenankan memakai baju seragam PGRI.

“Harapan kami supaya di Perbupkan, supaya kami mantap, ada legalitas, ada pegangan tertulis bahwa setiap tanggal 25 kami memakai baju PGRI,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan PGRI, Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman mengatakan dirinya menghormati dan memahami semua yang disampaikan para guru dan hal itu perlu diperhatikan.

“Aspirasi guru-guru yang disampaikan oleh PGRI Bangka Barat tadi perlu diperhatikan semua pihak, baik itu kesejahteraannya dan perlindungannya saat melakukan tugasnya. Kalau ingin pendidikan yang baik dan melahirkan generasi cerdas, semuanya lahir dari guru. Jadi saya menghimbau kepada seluruh warga, mari kita hormati dan pahami guru,” ucap Yus. ( SK )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *