PANGKALPINANG — Berbagai upaya telah dilakukan Tim SAR gabungan dalam pencarian enam Person on Board (POB) KM Osela hingga tujuh hari operasi SAR, belum membuahkan hasil.
Enam korban yang belum ditemukan yakni berisinisial YO, TAU, SAL, MAN, ABI, JOR.
Kakansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa mengatakan, sehubungan dengan evaluasi Operasi SAR yang telah dilaksanakan dan pencarian telah digelar selama tujuh hari sesuai dengan SOP.
Menurut dia pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan berbagai metode untuk menemukan target. Namun hingga saat ini korban belum ditemukan.
“Sehingga operasi pencarian terhadap ABK KM Osela yang pecah dan tenggelam di Perairan Karang Mardalena utara Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah kami hentikan atau ditutup,” kata I Made Oka Astawa, Senin ( 25/8 ).
“Selanjutnya dilaksanakan pemantauan dan jika ada informasi target ditemukan maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” sambung I Made Oka Astawa selaku SAR Mission Cordinator.
Oka mengatakan, dalam operasi SAR selama tujuh hari, korban yang ditemukan dalam kondisi selamat sebanyak tiga orang.
Selanjutnya untuk pemulangan para korban dari RS Bhayangkara Batam dan Pangkalpinang ke Belitung terhadap tiga korban selamat, difasilitasi Direktorat Polairud Polda Babel dan korban dalam pencarian masih enam orang hingga saat ini belum ditemukan.
Berbagai upaya dikerahkan dalam operasi SAR selama tujuh hari, di antaranya menggunakan 5 unit kapal dari Tim SAR gabungan dan menggerakkan kapal nelayan di wilayah Bangka, untuk memaksimalkan pencarian dengan coverage 90% sesuai dengan arah drift dari lokasi kejadian hingga ke perairan Lingga Kepulauan Riau.
Juga pencarian di udara, Tim SAR gabungan menggunakan helikopter Bolcow dengan coverage area 95% dari yang direncanakan. Tim SAR gabungan telah melaksanakan E-broadcast dan pemapelan melalui SROP dan Kansar TPI terhadap kapal – kapal yang melintas di sekitar area drift korban selama tujuh hari berturut – turut.
Menurut Oka, faktor penghambat dalam operasi ini adalah info awal elapsed time 80 jam (3 hari) sehingga luas area pencarian dari LKP ke daerah hanyutan atau ke datum cukup luas, sehingga probability sangat kecil dan arah hanyutan (drift) tidak mengarah ke pantai.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari semua unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini serta proses pemulangan korban wilayah asalnya,” imbuh Oka di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang.
I Made Oka Astawa menghimbau apabila ada masyarakat atau nelayan yang menemukan enam korban dapat menghubungi nomor Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang,(0717)-9100389/4261338, WhatsApp 0811-7810-115 atau layanan bebas pulsa 115.
Sebelumnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang menerima informasi kecelakaan kapal KM Osela yang pecah dan tenggelam di perairan Karang Mardalena, Pulau Gelasa, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Informasi tersebut diterima dari seorang pemilik bagan bernama Afen pukul 11.27 WIB.
Afen menemukan satu orang yang tersangkut di bagan miliknya mengapung menggunakan alat apung gabus dalam keadaan selamat pada pukul 07.20 WIB. Korban pertama insial H adalah Kapten KM Osela.
Berdasarkan penuturan sang kapten, kapal mereka berangkat dari Pelabuhan Perikanan Tanjung Pandan menuju perairan Karang Mardalena untuk mencari ikan pada 14 Agustus 2025 dengan Person on Board (POB) 9 orang.
Selanjutnya pada 15 Agustus 2025 pukul 04.00 WIB, kapal pecah saat menghadapi cuaca buruk dan langsung tenggelam di Perairan Mardalena, sebelah utara Pulau Gelasa. ( Red )
Operasi SAR Ditutup, 6 ABK KM Osela Tidak Ditemukan






























