GPM Polres Bangka Barat Sediakan Sembako dengan Harga Murah

BANGKA BARAT — Polres Bangka Barat menggelar kick off/launching Gerakan Pangan Murah ( GPM ) di Terminal Lama, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kamis ( 14/8 ).

Polres Bangka Barat bekerja sama dengan Bulog Cabang Bangka menyediakan sembako murah dengan harga di bawah harga pasar.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha juga menyerahkan bantuan sosial beras SPHP kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program ini merupakan bentuk sinergi antara Polres Bangka Barat dan Bulog Cabang Bangka, yang bertujuan menstabilkan pasokan dan harga pangan, menekan laju inflasi, memitigasi dampak kenaikan harga pangan serta membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Gerakan pangan murah juga menjadi sarana untuk memperkenalkan beras SPHP Bulog, yaitu jenis beras medium yang dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.

Dalam sambutannya Pradana mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di tengah situasi ekonomi yang masih tidak menentu.

“Kami melaksanakan kegiatan pangan murah sebagai bentuk kepedulian Polres Bangka Barat terhadap masyarakat. Kami memfasilitasi masyarakat di Kabupaten Bangka Barat agar dapat memperoleh bahan pangan murah seperti beras, minyak dan kebutuhan pokok lainnya,” kata Pradana.

Kapolres berharap program ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya ekonomi menengah ke bawah.

“Selain itu kita ikut mendukung upaya stabilisasi harga pangan di wilayah Kabupaten Bangka Barat,” ucapnya.

Iin ( 30 ) warga Desa Air Belo, Kecamatan Mentok merasa sedikit terbantu dengan kegiatan ini. Menurut dia harga beras medium SPHP dari Bulog ini sedikit lebih murah dibanding harga di pasaran.

Sekarung beras SPHP 5 kg di gerakan pangan murah ini dibandrol dengan harga Rp59.000, sedangkan di pasar beras medium yang sama dengan ukuran sama, harganya Rp64.000.

“Kebetulan saya lewat jadi beli beras juga. Di sini lebih murah lah dibanding harga di pasar,” ucap Iin.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Bangka Barat Aidi yang turut hadir mengapresiasi kegiatan yang dimotori Polres Bangka Barat ini.

“Kami bersyukur berterima kasih semakin banyak yang melakukan gerakan pangan murah. Ini akan membantu masyarakat dengan harga relatif lebih murah dibanding di pasar atau pertokoan,” kata Aidi.

“SPHP ini beras medium tapi kualitasnya tidak kalah dengan premium, harganya harga medium,” ujarnya.

Dia menepis kabar beras medium mengalami kelangkaan. Menurut dia sistem penyalurannya sudah terstruktur
dari Bulog ke agen di kabupaten lalu ke pengecer – pengecer.

“Nanti pengecer – pengecer ini yang menyalurkannya ke toko – toko. Ini buktinya dari Bulog banyak,” cetus Aidi.

Harga beras di pasaran pun menurut dia masih stabil dan stok juga masih cukup aman dan terkendali. ( SK )



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *