Muntok — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Zainul Muttaqien melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kamis ( 26/8 ) pagi.
Zainul Muttaqien dan rombongan diterima Bupati, H. Sukirman, Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto, Kajari, Helena Octavianne serta Dandim 0431 Bangka Barat, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa di OR I Setda Bangka Barat.
Sukirman dalam sambutannya mengatakan, saat ini semua pihak sedang terlena menangani pandemi Covid – 19, sehingga melupakan urusan penyalahgunaan narkoba, padahal bahaya yang ditimbulkan sangat besar.
Apalagi di Bangka Barat khususnya kota Muntok menjadi pintu gerbang masuknya pendatang dari Sumatera, ditambah lagi banyaknya jalur tikus yang rawan digunakan sebagai pintu masuk lalu lintas narkoba.
” Saya lihat betapa luar biasanya narkoba. Disini kita sering kecolongan. Saya sering sampaikan kepada kawan – kawan Bhabin, daripada kita bercerita tentang penangkapan, kita cerna dulu pola hidup dan kebiasaan anak – anak muda kita,” ujar Sukirman.
Sukirman melihat pola hidup anak – anak muda, terutama di jalan – jalan antara Pangkalpinang – Muntok. Mereka kerap nongkrong di pinggir sungai pada malam hari.
” Kalau bapak jalan jam delapan malam ( pukul 20.00 WIB) ke atas dari Pangkalpinang kesini, ade sungai di pinggir hutan, orangnya dibawah kakinya diatas motor, kira – kira ngapain tu anak – anak ya? Ada yang ngelem adek – adek itu,” tukasnya.
Menurut dia, pendekatan bandar narkoba saat merekrut para konsumennya dengan cara memberi subsidi ketika para pengguna tersebut belum punya uang, sampai mereka benar – benar kecanduan dan terikat. Namun kendalanya, bila tidak ada barang bukti, para pelaku tidak bisa ditindak.
” Jadi kita melihat di sekitar kita. BNK Bangka Barat kan tidak ada lagi. Generasi kita ini kalau kena racun ini susah normalnya. Mudah – mudahan dengan kebersamaan kita ini bisa menjadikan Bangka Barat bersih dari narkoba,” tutupnya. ( SK )
Sukirman: Bahaya Narkoba Tidak Kalah Besar dengan Corona






























