Webseries ‘Forgotten Lover’ Syuting di Babel, Punya Pesan Anti Bullying

DAERAH, RAGAM1179 Dilihat

BANGKA — Maraknya kasus bullying, penindasan yang terjadi akhir-akhir ini, menjadikan Aab Abdullah, seorang sutradara mengangkat pesan anti perundungan atau stop bullying dalam sebuah film webseries dengan judul ‘Forgotten Lover’.

Webseries tersebut mengisahkan tentang kekuatan dari ketulusan cinta memilih latar pembuatan film di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Film webseries ini sendiri dibuat untuk menyampaikan pesan agar jangan sampai di sekolah atau kampus terjadi penindasan, serta merendahkan sesama mahasiswa hanya karena status sosial,” kata Aab usai melaksanakan syuting di Gedung Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung, Senin (16/10/23).

Hal itu disambut baik oleh Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Suganda Pandapotan Pasaribu, yang juga turut berakting sebagai aktor dalam film tersebut.

Suganda berperan sebagai Dekan Rahmat, yang merupakan paman dari Emilio. Dalam cerita itu Emilio memang cukup sering berbuat onar di kampusnya, termasuk semena-mena kepada orang lain.

“Saya sangat senang ada webseries yang didalam ceritanya terkandung banyak nilai-nilai positif, seperti kemanusiaan, keluarga, pertemanan, dan budaya. Apalagi ini juga sedikit memperkenalkan Kepulauan Babel kepada banyak orang,” ujar Suganda.

Webseries ‘Forgotten Lover’ dibintangi oleh artis-artis terkenal ibukota, seperti Ridwan Ghany dan Vinessa Inez, juga artis lokal Babel.

Dipermanis dengan cerita ringan percintaan anak muda, webseries ini juga mengambil adegan di beberapa tempat populer di Kepulauan Babel, seperti Jembatan Emas, Restoran Bukit Bebek Emas dan lain sebagainya.

Untuk itu, Pj Gubernur mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Babel untuk menonton webseries ‘Forgotten Lover’ yang akan tayang di aplikasi Genflix pada Desember 2023 mendatang. ( Red )


Sumber: Diskominfo Pemprov Babel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *