Wakil Kepala Kejati Babel Optimis Kejari Bangka Barat Berpeluang Dapat WBBM

Muntok — Dalam rangka mengejar target Wilayah Birokrasi Bersih Melayani ( WBBM ), Kejaksaan Negeri Bangka Barat mendapatkan kunjungan dari Tim Penilai Daerah ( TPD ) dari Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Kepulauan Bangka Belitung, Kamis ( 20/5 ) pagi.

Tim yang berjumlah 12 orang itu dipimpin Wakil Kepala Kejati Bangka Belitung, Damianus Tagor Sidabutar didampingi Asisten Pengawasan Kejati Babel sekaligus Wakil Ketua I TPD, Nur Rohman serta Asisten Pembinaan, Nina Kartini.

Rombongan disambut Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne dan jajaran dikantornya di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok.

Ketua TPD, Damianus Tagor Sidabutar mengatakan, kedatangan mereka bertujuan untuk menggali sampai dimana kesiapan Kejari Bangka Barat dalam rangka menuju WBBM.

” Kami mencari bukti – bukti kalau kegiatan itu sudah dilaksanakan dengan dokumentasi dan fakta yang ada baik foto maupun video – videonya,” ujar Sidabutar kepada wartawan.

Dia melihat, banyak sekali inovasi dan pengembangan yang sudah dilakukan Kejari Bangka Barat. Namun ia menyarankan untuk lebih disederhanakan agar semuanya dapat disampaikan ke Tim Penilai Internal ( TPI ) dalam waktu 15 menit yang disediakan.

” Cuma nanti cara menyampaikannya waktunya hanya 15 menit, saya wanti – wanti harus semua disampaikan tapi dengan durasi 15 menit. Hasil kita ini disampaikan kepada TPI di Jamwas nanti Jamwas yang akan menyampaikan kepada Menpan RB,” terang dia.

Sidabutar optimis Kejari Bangka Barat berpeluang besar mendapatkan predikat WBBM, sebab Helena Octavianne dan jajaran menurut dia lebih siap bila dibandingkan dengan Kejari lain di Babel.

” Kejari Bangka Barat sangat berpeluang, saya melihat Bangka Barat ini yang paling siap, bukan yang lain tidak siap, tapi saya lihat inovasinya lebih dari satu pada area – area yang harus dikembangkan, semuanya menonjol,” tutupnya.

Sementara itu, Asisten Pengawasan Kejati Babel Wakil Ketua I TPD, Nur Rohman, juga menyampaikan hal senada. Menurut dia, sejak mendapatkan Wilayah Bebas Korupsi ( WBK ), sudah banyak inovasi dan pengembangan yang dilakukan Kejari Bangka Barat.

” Kekurangan nggak ada, cuman kita harus cerdas untuk mengemas supaya kita dapat bersaing lebih tinggi atau lebih wah istilahnya dengan Kejari – Kejari yang lain,” tandas Nur Rohman. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *