HUT Kabupaten Bangka Barat ke – 18 Akan Diisi dengan Penanaman Pohon di Menumbing

Muntok — Kelestarian Taman Hutan Raya ( Tahura ) Menumbing di Kecamatan Muntok mulai mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Bila selama ini yang ditangani hanya penambangan ilegalnya saja, kali ini penamaan pohon di lahan kritis kawasan konservasi Bukit Menumbing sudah mulai direncanakan.

Sekretaris Daerah Bangka Barat, Muhammad Soleh mengungkapkan rencana tersebut kepada awak media usai rapat yang membahas persiapan penanaman pohon di lahan kritis Tahura Menumbing bersama Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, Kasat Pol PP, Diskominfo serta pihak terkait lainnya, Rabu ( 19/5 ).

Soleh mengatakan, penanaman pohon tersebut rencananya akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bangka Barat ke – 18, tanggal 24 Mei 2021.

” Ini dalam rangka ulang tahun Kabupaten Bangka Barat, kita juga ada kegiatan penanaman pohon di lahan kritis di kawasan Tahura Bukit Menumbing. Rencana kita sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak, mereka siap memberikan bibit pohon dengan jumlah yang cukup banyak,” terang Soleh.

Pemicu rencana tersebut menurut dia karena masih adanya aksi penambangan ilegal di Menumbing. Bahkan belum lama ini Sat Pol PP bersama Polres Bangka Barat berhasil menangkap dua pelakunya.

Selain itu, hujan dengan durasi tiga jam sudah membuat Kampung Ulu, Kelurahan Tanjung terendam banjir pada Selasa kemarin juga menjadi pertimbangan Pemda Bangka Barat.

” Kondisinya memang cukup memprihatinkan, kita lihat selama ini biasa hujan nggak banjir tapi ini jadi banjir. Semua pihak harus sadar, itu merupakan lahan yang harus kita lindungi bersama-sama,” tandas Sekda.

Menurut dia, salah satu tujuan penanaman pohon tersebut diantaranya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Tahura Menumbing merupakan aset yang sangat penting yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Ini juga upaya kita untuk mengedukasi kepada warga atau semuanya, dalam rangka kita memperingatkan mereka fungsi tanaman itu penting. Kita, semua pihak akan menanam kembali, jadi ada penekanan kepada siapa pun untuk menjaganya,” tukas Soleh. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *