Tiga Forkopimda Bertemu di Bakit Bahas Polemik Teluk Kelabat Dalam

Parittiga — Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman bersama Forkopimda Provinsi Babel, Forkopimda Bangka Barat dan Bangka menggelar rapat membahas polemik penambangan ilegal Teluk Kelabat Dalam, di Rumah Makan Tanjung Batu Bakit, Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Senin ( 2/8 ) pagi.

Tampak hadir antara lain Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi bersama anggota, Mansah, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, H. Sukirman dan Bong Ming Ming serta Wakil Ketua 2 DPRD Bangka Barat, Miyuni Rohantap.

Maryono selaku Ketua Perhimpunan Nelayan Kelabat Dalam, mewakili 10 desa di sekitar perairan Teluk Kelabat mengatakan, mereka sudah berjuang sejak tahun 2016 agar perairan tersebut bersih dari aktivitas penambangan. Apalagi Perda RZWP3K sudah menetapkan bahwa Teluk Kelabat Dalam wilayah zero tambang.

” Kami minta tidak ada lagi penambangan, karena sering terjadi konflik antar nelayan dengan penambang. Kami minta lihat lah kami, karena aturannya sudah jelas,” ujar Maryono.

Bagi para penambang, Maryono minta agar menambang ke lokasi yang telah ditetapkan dan menghargai peraturan perundangan yang berlaku.

” Kami titip kepada Pak Gubernur. Perlu juga kami luruskan ada media yang mengatakan warga nelayan disini sudah setuju. Disini kami lurus kan. Kami dari 10 desa tidak menyetujui adanya penambangan di Teluk Kelabat,” cetusnya.

Sementara seorang perwakilan nelayan lainnya mempertanyakan kenapa penertiban sulit dilakukan, padahal aturannya sudah jelas, yaitu RZWP3K. Namun Perda tersebut ternyata tidak berjalan.

” RZWP3K tapi kenapa tidak jalan, padahal sudah setahun lebih. Tidak bisa dengan alasan mau cari makan, kan ada aturannya. Jangan lah sampai menabrak aturan,” tukas dia.

Sementara itu, Gubernur Erzaldi mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti semua laporan namun para penambang masih saja beroperasi. Namun pada rapat ini ia berjanji untuk segera menuntaskan polemik di Teluk Kelabat.

” Kita sudah menindaklanjuti laporan tapi masih ada penambangan. Nggak pagi mereka kerjanya malam. Kita akan menuntaskan hal ini. Jangan sampai juga warga diadu domba,” kata Erzaldi. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: