Tidak Lama Lagi, Kasus Covid di Bangka Barat Akan Capai Angka 2.000

HEADLINE, KESEHATAN589 Dilihat

Muntok — Kasus positif virus Corona di Bangka Barat telah mendekati angka 2.000. Menurut data yang dirilis Satgas Penanganan Covid – 19 per Rabu, 26 Mei 2021, jumlah totalnya sudah mencapai 1.941 orang.

Sementara angka kesembuhan sebanyak 1.572 orang, sedangkan pasien yang masih diisolasi berjumlah 347 orang dan angka kematian akibat Covid sebanyak 22 orang.

Penambahan kasus positif baru pun masih tetap terjadi. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma mengatakan, hari ini sebanyak 40 orang dinyatakan terpapar virus Corona.

Kasus – kasus baru tersebut berasal dari Kecamatan Muntok 30 orang, Simpang Teritip 1 orang, Parittiga 8 orang dan Kecamatan Kelapa 1 orang.

Sedangkan pada Senin ( 24/5 ) lalu juga terjadi penambahan sebanyak 37 kasus.

Muntok masih menjadi kecamatan dengan penyebaran tertinggi sebanyak 759 kasus. Sementara Jebus berada di posisi kedua dengan 435 kasus, disusul Tempilang 252 kasus, Parittiga 246 kasus, Simpang Teritip 149 kasus dan Kecamatan Kelapa 110 kasus.

” Penularan masih di dominasi klaster keluarga dan masyarakat, klaster kantor juga ada,” kata Putra, Rabu ( 26/5 ).

Putra menegaskan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat. Salah satunya mematuhi protokol kesehatan pada setiap orang, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil hingga ke level komunitas kemasyarakatan.

” Pengawasan juga menjadi tanggung jawab bersama, baik pribadi dan Satgas Covid desa atau kelurahan. Penguatan dan kemandirian kita semua, menjadi pendukung terkait hal ini,” tandasnya.

Pihaknya kata dia semakin meningkatkan kewaspadaan di semua level. Pemenuhan logistik dan membangun sistem sampai level rt/rw sedang diupayakan dan dievaluasi.

Desa telah membangun komunikasi dan sistem sesuai konteks PPKM Mikro yang tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 9, 10 dan 11 Tahun 2021, antara lain terdapat 4 komponen tim desa yaitu penanganan, pencegahan, pembinaan dan pendukung.

” Ke depan tracking dan tracing dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan maksimalisasi aplikasi ” Silacak ” serta kader dan ” on the job training “, ditargetkan rampung awal Juni 2021,” cetus dia. ( SK )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *