BANGKA BARAT — Insiden penembakan warga oleh oknum anggota Brimob Polda Bangka Belitung memicu aksi demo oleh warga Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Senin (25/11/2024) di kantor desa setempat.
Diketahui korban yang ditembak bernama Beni (48) warga Dusun Sungkai, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Pria satu anak itu, tewas dengan luka tembak di bagian belakang, pada Minggu (24/11/2024) kemarin.
Salah satu warga Desa Berang, Romi, mengatakan peristiwa penembakan warga melibatkan anggota Brimob bukan kali pertama terjadi di Desa Berang.
Bahkan menuntut Romi sebelumnya anggota Brimob juga terlibat dalam penembakan seorang warga Desa Berang yang mengakibatkan cacat permanen pada bagian kaki.
Lebih lanjut dikatakannya, insiden penembakan pertama kali terjadi sekitar beberapa tahun lalu. Di mana, korban merupakan warga disabilitas, yang saat itu sedang mencari bijih timah di perkebunan sawit.
“Anggota Brimob sudah dua kali melakukan penembakan. Yang pertama itu, (korban) yang memiliki keterbelakangan mental. Jadi korban melakukan perlawanan anggota Brimob,” ucap Romi saat ditemui di sela-sela unjuk rasa di Kantor Desa Berang.
“Nama korban Muri usia sekitar 29 tahun. Korban sudah meninggal dunia tapi bukan pas kejadian. Korban pas ( ditembak) di bagian kaki sehingga cacat permanen,” katanya.
Sementara itu, untuk korban kedua yang ditembak angota Brimob yakni, Beni (48) warga Desa Berang yang berdomisili di Dusun Sungkai, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa.
“Kronologi belum tau, kami masyarakat mau tau kronologinya gimana, sehingga anggota Brimob itu merenggut nyawa warga orang,” ujarnya.
Romi menambahkan, warga sekitar merasa khawatir dengan keberadaan anggota Brimob yang sering dilibatkan dalam pengamanan di PT BPL. Masyarakat berharap pengamanan dari Brimob dihentikan dan digantikan oleh TNI atau Satpam, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Keinginan masyarakat itu tidak ada lagi pengamanan dari anggota Brimob untuk mengamankan perusahaan di sini karena anggota Brimob sering membawa senapan. Mereka tidak hanya menakuti melainkan menembak, jangan sampai ketiga kali,” ucapnya. ( SK )
Ternyata Penembakan oleh Oknum Brimob di Desa Berang Sudah 2 Kali






























