Siasati Lesunya Dunia Pariwisata, Seno Susun Strategi Hadapi Tahun 2021

Muntok — Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno mengatakan, pengembangan pariwisata daerah di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia saat ini, membutuhkan strategi yang tepat untuk dapat berkembang atau minimal survive.

Menurut pria yang akrab disapa Seno ini,
tahun 2021 sepertinya masih akan menjadi tahun yang berat bagi sektor pariwisata, setidaknya diperkirakan hingga triwulan ketiga, itu pun jika program vaksinisasi Covid-19 berhasil dilaksanakan.

” Berkaca dengan kondisi masa pandemi Covid-19 di tahun 2020, hal seperti event wisata, acara tradisi budaya, sejarah, kesenian, bahkan olahraga wisata yang biasanya difasilitasi oleh Dinas dengan terpaksa ditiadakan,” kata Seno, Jum’at ( 8/1/2021 ).

Bahkan kata dia, kunjungan wisata ke Bangka Barat diperhitungkan hanya sebesar 30-an persen dari tahun sebelumnya (2019), yang pasti berdampak kepada kontribusi Produk Domestik Ratio Bruto (PDRB) dari sektor pariwisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

” Tahun 2021 diperkiraan masih akan sama dengan tahun sebelumnya. Bahkan diawal tahun ini larangan berkerumun semakin dipertegas dan diperketat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di seluruh Indonesia,” tukas Seno.

Melihat perkembangan situasi seperti itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat kata Seno, menggagas beberapa hal terkait program dan kegiatan di tahun 2021 sebagai strategi dan target kinerja dibidang pariwisata daerah.

Disamping kembali merencanakan event, pihaknya juga tetap konsisten menjalin komunikasi dengan para pemilik akomodasi usaha pariwisata dan terus menggiatkan promosi wisata melalui media online.

Promosi wisata daerah akan lebih dititikberatkan pada keunggulan promosi online. Menggunakan media sosial dan website dinas (ayokebangkabarat.com). memanfaatkan efektifitas jejaring media sosial dan bekerjasama dengan kaum milenial untuk mem”viral”kan hal-hal unik dan menarik di Bangka Barat.

” Dan untuk kesenian, promosi dilakukan melalui You Tube “Art From Home” sebuah gerakan berkesenian dari rumah, menciptakan wadah berkarya lewat seni di tengah batasan berkumpul. Program ini juga berhasil menjadi media bagi upaya berkesenian ditengah pandemi,” tandas dia. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: