Muntok — Seorang karyawan Unit Metalurgi Muntok terkonfirmasi positif Covid – 19 berinisial Tuan WP ( 48 ), meninggal dunia di RSUP Soekarno tadi pagi, Minggu ( 4/7 ).
Almarhum Tuan WP dinyatakan positif terpapar virus Corona berdasarkan
pemeriksaan PCR tanggal 24 Juni 2021.
Jenazah almarhum dimakamkan secara protokol kesehatan oleh Tim Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat di Tempat Pemakaman Umum Kebun Nanas, Kelurahan Sungai Daeng, Muntok.
Turut hadir pada prosesi pemakaman, Sekretaris Satgas Penanganan Covid – 19, Sidarta Gautama, Danpos AL Muntok, Kapten Laut Yuli Prabowo serta Kapolsek Muntok, AKP Albert Daniel Hamonangan Tampubolon.
Menurut Sidarta Gautama, Tuan WP sudah sekitar seminggu dirawat di RSUP Soekarno di Desa Air Anyir. Almarhum selain karyawan Unmet, juga seorang tokoh pendidikan dan aktif sebagai pengurus Universitas Terbuka ( UT ).
” Beliau ini kalau dari hasil medical chek up-nya ada penyakit penyerta, darah manis dan asam lambung. Jadi pada saat dia meninggal itu lambungnya yang bermasalah,” jelas Sidarta.
Dia menilai, dengan adanya kasus kematian ini menunjukkan bahwa Bangka Barat, khususnya Kecamatan Muntok harus tetap berhati – hati terhadap pandemi yang tidak kunjung berakhir ini. Sebab, kendati trend konfirmasi positif terjadi penurunan, namun kasus kematian atau fatality rate masih tetap ada, walaupun grafiknya landai.
” Jadi ini perlu ada perhatian kita karena biasanya fatality rate itu ada di posisi usia yang lansia ke atas, jadi beliau juga kita sudah tahu hampir menginjak usia 50 tahun, jadi terutama lansia kita harus betul – betul berhati – hati. Karena walaupun lansia ini nggak kemana – mana, tapi kalau orang yang di rumah itu kemana – mana dan membawa Covid-nya ke rumah, ya tetap kena juga,” kata Sidarta.
Karena itu kata Sidarta, pihaknya bersama Polsek, Pos AL serta KSOP masih tetap konsisten menjaga penerapan prokes, baik di darat maupun pelabuhan agar Bangka Barat tidak kembali lagi ke zona merah seperti sebelumnya.
” Kita sekarang ini sudah berada di zona kuning. Jadi mudah – mudahan kalau masyarakat kita disiplin kita bisa ke zona hijau dalam waktu dua pekan ke depan,” harapnya.
Sidarta menghimbau agar masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dan menjadikan kasus kematian hari ini sebagai peringatan untuk berhati – hati.
” Saya sekali lagi menghimbau kepada masyarakat ini sebagai peringatan bahwa kita tetap harus menjaga protokol kesehatan, masyarakat harus disiplin dan kita berusaha untuk mensukseskan vaksinasi bersama TNI Polri kemaritiman di pelabuhan, supaya masyarakat kita bisa bebas dan pandemi ini cepat kita akhiri,” tutupnya.
Kasus kematian pasien positif Covid – 19 juga terjadi di Kecamatan Jebus atas nama Ny. NY ( 73 ), warga Desa Air Kuang. Almarhumah meninggal dunia pada tanggal 3 Juli di RSUD Sejiran Setason dan dimakamkan secara prokes di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga.( SK )






























