BANGKA BARAT — Seekor buaya kembali muncul di sekitar perairan Mentok, kali ini reptil buas itu terekam kamera warga sedang berjemur di Pantai Teluk Inggris, Kelurahan Menjelang, Minggu ( 22/12/2024 ).
Rekaman video itu pun diposting di media sosial dan menuai komentar dari warga Kecamatan Mentok yang sudah sangat resah dengan kemunculan buaya belakangan ini.
Shiren Ernita, wanita yang memposting video tersebut mengaku merinding melihat buaya yang sedang berjemur tersebut.
“Merinding ku, baru lah ku nk ( mau)mandi di pantai, biase e di sini lah kami nyantai mandik di pantai. Men ade buaya nk ke pantai jak ngeri,” komentarnya.
Sementara komentar senada juga datang dari beberapa pengguna media sosial lain, merasa takut aktivitas di pantai di seputaran Kecamatan Mentok karena ada buaya yang berkeliaran.
Komentar lain menyentil dinas terkait yang hanya memasang spanduk larangan berenang, padahal beberapa hari ini buaya sudah seringkali muncul di pantai perairan Mentok.
Adanya warga yang merekam penampakan buaya beberapa kali di seputaran perairan Mentok, membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat memasang spanduk “Dilarang berenang di pantai, ada buaya”, lengkap dengan gambar buayanya.
Sebelumnya seekor buaya muncul di tempat wisata Pantai Batu Rakit menghebohkan pengunjung di perairan tersebut, Senin ( 16/12/2024 ).
Reptil predator ini terlihat di permukaan air sekira pukul 18.00 WIB dan sempat direkam warga.
Video amatir berdurasi 34 detik penampakan seekor buaya yang sedang berenang itu direkam warga yang sedang berada di Pantai Batu Rakit, selanjutnya diunggah ke media sosial sempat bikin heboh warga Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Menurut Natalie ( 26 ), warga setempat yang sedang berada di Pantai Batu Rakit ketika itu, awalnya ia menduga benda yang terlihat di permukaan air itu hanya sepotong kayu yang terapung.
Tapi setelah diamati lebih teliti, benda yang dikira potongan kayu itu ternyata seekor buaya yang sedang melintas.
Selanjutnya kata dia warga sekitar pesisir Pantai Batu Rakit yang penasaran memutuskan untuk melihat lebih dekat dan merekam keberadaan buaya tersebut.
“Kalau diperkirakan tidak sampai 100 meter dari pinggir tempat kami nih. Kami kira kayu karena lah biasa kayu mengapung di tempat kami ini, pas dilihat lebih dekat rupanya buaya, laju kami rekam,” tutur Natalie.
Menurut Natalie munculnya buaya di perairan Batu Rakit bukan kali pertama, tapi sudah dua kali. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan keselamatan warga sekitar dan pengunjung, apalagi pantai tersebut kerap menjadi tempat anak – anak berenang.
“Yang kami takut itu ya kanak-kanak, kadang berenang di pinggir pantai ini lah. Ya, kami minta warga yang lain waspada takut terjadi apa-apa. Karena lah malam, lah tidak tahu lagi di mana buayanya,” ucap Natalie.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Bangka Barat Bastomi mengatakan, pihaknya saat ini hanya bisa mengimbau agar masyarakat tidak berenang di Pantai Batu Rakit.
“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mandi di pinggir pantai. Untuk nelayan juga dalam situasi cuaca ekstrem mereka jangan melaut dulu karena ketinggian air empat meter lebih. Jadi kita imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Bastomi via telepon, Selasa ( 17/12 ).
Menurut Bastomi anggotanya sudah memantau kawasan perairan Batu Rakit, namun sejauh ini belum menemukan buaya yang membuat heboh masyarakat itu.
Tapi ia tetap mengimbau agar para pengunjung pantai tetap mewaspadai kemungkinan munculnya predator buas itu.
“Kami sudah mengecek juga tapi belum muncul juga buayanya. Ketika dipantau dia nggak nimbul apakah benar atau masih ini. Kalau benar keadaannya kita selalu mengimbau jangan sampai lagi ada orang diterkam buaya nantinya seperti di Jembatan Buton,” imbuh dia. ( SK )






























