Remaja yang Hilang di Muara Kurau Gara – gara Monyet Ditemukan Meninggal Dunia

HEADLINE, Peristiwa246 Dilihat

BANGKA TENGAH – Upaya pencarian intensif terhadap seorang remaja bernama Isanudin ( 16 ) yang dilaporkan tenggelam di Muara Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, akhirnya membuahkan hasil pada Rabu (24/12/2025). Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban ditemukan pada koordinat 2°21’42.3″S 106°15’47.2″E, atau sekitar 2,5 nautical mile dari lokasi kejadian.

Setelah berhasil dievakuasi dari pesisir pantai, jenazah remaja malang itu langsung dibawa ke RSUD Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, M.M. untuk proses selanjutnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Rescuer Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka Tengah, BPBD Bangka Tengah, Tagana Kep. Babel, Polsek Namang, Laskar Sekaban, hingga Pramuka Peduli.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini jasad korban yang hilang sejak 22 Desember 2025 lalu telah ditemukan di area pesisir pantai dalam keadaan meninggal dunia. Kami menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan” ujar Mikel.

“Terima kasih kami ucapkan kepada segenap unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras dalam proses pencarian ini. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup,” pungkasnya.

Isanudin sebelumnya dikabarkan tenggelam terbawa arus di Muara Sungai Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Senin ( 22/12/2025 ).

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Senin pukul 15.00 WIB saat Isanudin sedang bersantai sembari memancing bersama dua rekannya, Ibrahimovic (17) dan Refi (15), di atas sebuah perahu speed lidah yang sedang bersandar di dermaga nelayan muara Kurau.

Menurut Kakansar Pangkalpinang Mikel Rachman Junika, penyebab remaja belia itu tenggelam berawal dari seekor monyet yang melompat ke perahu mereka, sehingga tiga remaja tersebut kaget.

“Suasana tenang seketika berubah saat seekor monyet tiba-tiba melompat ke atas perahu mereka. Karena terkejut, ketiga remaja tersebut secara refleks melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri,” kata Mikel.

Menurut keterangan saksi, Isanudin sempat berhasil berpegangan pada badan perahu. Namun, melihat kedua temannya berenang menuju sisi sungai seberang, dia memutuskan untuk ikut berenang menyusul.

Diduga karena mengalami kelelahan di tengah arus sungai, Isanudin tidak mampu mencapai tepian dan tenggelam.

“Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi air yang sedang surut membuat tubuh korban terseret arus dengan cepat hingga menghilang dari pandangan,” terang Mikel.

Warga yang menerima laporan dari rekan Isanudin segera meneruskan informasi tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang.

Menindaklanjuti laporan itu, satu tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat 2°19’47.5″S 106°14’08.1″E.

Setibanya di lokasi, Tim SAR langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga dan unsur terkait dan bergegas melakukan pencarian.

Satu unit Rubber Boat (perahu karet) diterjunkan untuk menyisir area sekitar lokasi kejadian.

“Kami telah menerjunkan tim rescue ke muara sungai Desa Kurau setelah menerima laporan adanya warga yang tenggelam. Saat ini, fokus pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di permukaan air mengikuti arus surut air laut yang mengarah keluar muara,” ujar Mikel.

Dia menambahkan, tim akan berupaya maksimal agar korban dapat segera ditemukan. ( Red )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *