Ajang “Nyube Betinju” Dibanjiri Peserta Pemula yang Ingin Coba – coba Adu Jotos

HEADLINE, OLAHRRAGA65 Dilihat

BANGKA BARAT — Event “Nyube Betinju” yang digelar di Lapangan Sepak Bola Bina Jaya Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat dibanjiri peserta.

Ajang adu jotos yang diselenggarakan selama tiga hari ( 26 – 28 Juni ) berhasil menarik 80 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Bangka Belitung, bahkan dari luar Babel.

Ketua Pelaksana Nyube Betinju, Nio Somalo mengatakan, pada hari kedua, Sabtu ( 27/6 ) dipertandingkan 25 partai sejak sore hingga malam.

“Malam ini kita bagi dua bang, hari ini itu ada total 25 partai yang ditandingkan, jadi malam ini 13 partai, 10 partai tadi sore, ditambah dua kelas piwi yang diikuti anak – anak usia sekolah dasar,” ujar Nio saat ditemui di Lapangan Bina Jaya, Sabtu ( 27/6 ) malam.

Menurut Nio, pihaknya terpaksa membatasi peserta yang akan mendaftarkan diri di angka 80. Pasalnya bila tidak dibatasi jumlahnya bisa mencapai 100.

“Peminatnya banyak, kalau tidak kita stop itu lebih dari 100 yang ikut. Jadi kita batasi sekitar 80 se Bangka Belitung. Kemarin juga ada ikut yang dari Palembang, tapi kita kan telah ditutup,” terang Nio.

Banjirnya peminat di ajang ini menurut dia bisa dimaklumi, sebab pihaknya mempromosikan lewat sosial media dan website nyubebetinju.club sehingga pesertanya tidak terbatas hanya di Bangka Barat saja.

Pada event ini, sesuai namanya “Nyube Betinju”, peserta pemula atau orang – orang yang ingin coba – coba adu jotos jumlahnya lebih banyak dibanding kelas atlet.

“Jadi yang untuk sekarang ini nyube betinju itu lebih 80 persen dibanding dengan kelas atlet,” ujarnya.

Nio mengatakan pihaknya menggandeng Persatuan Tinju Amatir ( Pertina) Bangka Barat. Tujuannya mencari bibit bibit potensial guna menghadapi ajang Porprov Bangka Belitung.

“Tujuan kita emang nyari bibit, maka kita ada kelas nyube sama kelas atlet,” ujarnya.

Selain itu Nyube Betinju menurut dia bertujuan menghadirkan wadah kompetisi cabang olahraga tinju yang positif bagi para remaja daripada mereka menghabiskan waktu untuk hal – hal yang bersifat negatif.

“Kita pertama itu untuk anak-anak remaja ini lah, daripada ngelakuin hal yang negatif, mendingan kita lakuin hal yang positif di atas ring. Daripada orang-orang berkelahi di luar kan, mendingan kita sediakan wadah secara profesional,” tutup Nio. ( SK )


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *