Prestasi Zona Hijau Babar Berbuah DID Pusat Rp. 11,9 Milyar

Muntok — Bangka Barat kini telah hijau. Angka penularan COVID – 19 telah menurun dan tidak ada lagi pasien postif. Zona hijau yang terus dipertahankan Bumi Sejiran Setason mendapat apresiasi serta penghargaan dari Kementerian Keuangan ( Kemenkeu ) RI.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 87 tahun 2020, bentuk penghargaan dari Kemenkeu RI adalah kucuran Dana Insentif Daerah ( DID ) sebesar Rp.11, 9 milyar.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD ) Bangka Barat, Abimanyu, DID senilai Rp.11,9 milyar tersebut mengucur ke Bangka Barat berdasarkan penilaian bahwa penanganan COVID-19 di Bangka Barat dinilai baik.

” Kabupaten Bangka Barat mendapat kucuran DID dari Kemenkeu ini, karena kinerjanya dinilai baik dalam menangani dan mencegah COVID-19,” ujar Abimanyu, Jumat ( 24/7/2020 ).

Abimanyu menjelaskan, ada beberapa kriteria penilaian utama bagi daerah penerima DID. Pertama, kepatuhan penyampaian refocusing APBD 2020, sesuai PMK 35 tahun 2020. Setelah lolos, baru masuk ke kategori kinerja, yakni kategori kinerja kabupaten/kota yang mampu mempertahakan zona hijau dalam kurun waktu tertentu.

Kedua, masalah pelaporan kinerja kesehatan dalam penanganan COVID-19 dan laporan Bansos yang update dan sesuai target.

” Kemudian yang ketiga, perkembangan skor epidemologi dalam jangka waktu tertentu, jadi itu kriteria – kriterianya,” paparnya.

Lebih jauh dijelaskan Abimanyu,
kucuran DID Rp. 11,9 milyar tersebut akan digunakan hanya untuk pemulihan ekonomi, penanganan kesehatan COVID – 19 dan Bantuan Sosial.( Bansos ).

” Sesuai PMK, jadi anggaran ini hanya bisa digunakan pemulihan ekonomi, penanganan kesehatan Covid dan Bantuan Sosial. Tidak boleh untuk honorarium dan perjalanan Dinas Luar (DL),” cetusnya.

Dia menambahkan, DID tersebut akan dicairkan Pemerintah Pusat secara sekaligus pada bulan September 2020 mendatang.

” Pusat akan mencairkan DID itu sekaligus, paling lambat bulan September nanti. Yang Rp.11,9 milyar ini tahap satu, bisa saja nanti tahap keduanya dapat lagi, kalau nanti memang penanganan Covid di Bangka Barat kembali dinilai baik,” pungkasnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: