Nelayan 70 Tahun Hilang di Perairan Karang Berindu Masih Dicari Tim SAR Gabungan

HEADLINE, MARITIM764 Dilihat

BANGKA – Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menggelar operasi SAR, mencari seorang nelayan paruh baya yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Karang Berindu, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Minggu ( 8/3 ).

Korban seorang laki-laki bernama Rusli (70), warga Kampung Nelayan 1, dilaporkan hilang kontak setelah tidak kunjung kembali dari aktivitas memancing pada Sabtu ( 7/3 ) kemarin.

Peristiwa bermula pada Sabtu pukul 03.00 WIB, saat korban berangkat dari Dermaga Nelayan 1 menggunakan perahu sampan (kolek) menuju perairan Karang Berindu.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban biasanya sudah merapat kembali ke dermaga pada pukul 12.00 WIB di hari yang sama,” kata Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika.

Menurut Mikel, kekhawatiran muncul ketika hingga sore hari korban tak kunjung terlihat. Seorang saksi yang merupakan tetangga korban sempat melihat perahu Rusli berada di area antara Karang Kranas dan Karang Berindu.

Mengetahui hal tersebut, anak korban sempat melakukan upaya pencarian mandiri bersama nelayan setempat, namun hanya menemukan nihil hasil.

“Mengingat stok bahan bakar cadangan korban hanya tersisa sekitar lima liter, pihak keluarga memutuskan melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Pangkalpinang,” lanjut dia.

Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang segera memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian.

Setibanya di Pantai Teluk Uber, tim langsung melakukan koordinasi taktis dengan berbagai unsur potensi SAR yang telah bersiaga.

Adapun unsur gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi, Rescuer Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka dan Laskar Sekaban.

Mikel mengatakan, fokus pencarian Minggu sore adalah penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position).

“Sore ini pencarian akan difokuskan di sekitar perairan Karang Berindu hingga pukul 17.30 WIB. Kami mengerahkan dua unit perahu karet (rubber boat) milik Basarnas dan Laskar Sekaban untuk menyisir area tersebut. Kami berharap cuaca mendukung agar pencarian berjalan maksimal,” kata Mikel.

Hingga berita ini dipublikasi, tim gabungan masih berupaya melakukan penyisiran di tengah kondisi perairan Bangka. ( Red )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *