Pj Gubernur Babel Bawa Permasalahan Pendangkalan Muara Sungai dan TPI ke KKP RI

JAKARTA – Pj Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Suganda Pandapotan Pasaribu, menemui Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Suherman di Gedung Mina Bahari 2 KKP RI di Jakarta, Rabu (10/5/23).

Misi yang dibawa Suganda ke KKP terkait pendangkalan di beberapa muara sungai di Babel yang membuat masyarakat nelayan resah.

Pj Gubernur didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Agus Suryadi serta Kepala Dinas PUPR Babel Jantani.

Tujuan kedatangannya yakni untuk melaporkan keadaan Babel saat ini, di mana selama menjalankan tugasnya yang baru satu bulan lebih, Suganda sudah menerima banyak keluhan dari masyarakat, khususnya nelayan terkait permasalahan pendangkalan muara sungai yang perlu dilakukan pengerukan.

“Berdasarkan hasil diskusi kami, yang memiliki kewenangan untuk permasalahan ini adalah pihak KKP. Makanya kami ke sini untuk melakukan audiensi agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Pj. Gubernur.

Selain itu kata Suganda kalau dibiarkan, permasalahan pendangkalan bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, mengingat Indonesia sudah memasuki tahun politik.

“Kalau misal tidak kita ambil alih, nanti takutnya ditangani oleh pihak-pihak yang tidak seharusnya. Mana sebentar lagi kan kita mau Pemilu, nanti takutnya permasalahan pendangkalan ini bisa menjadi pemicu kegaduhan di masyarakat. Jadi, kami mohon Pak kalau bisa tindak lanjutnya ini dalam waktu dekat, sekitar satu atau dua minggu ini,” ucap Suganda.

Tidak hanya menghindari kegaduhan, Suganda tidak menghendaki masyarakatnya terbentur kendala. Apabila pengerukan segera dilakukan, maka masyarakat pun akan untung dan hal itu berdampak baik bagi roda perekonomian di Babel.

Permasalahan lain yang disampaikan oleh Suganda yakni, terkait Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) Muara Sungai Baturusa yang perlu dibenahi dan diambil alih dari Pemerintah Kota Pangkalpinang ke Pemerintah Provinsi Babel. Juga, pembangunan pasar induk di dekat TPI tersebut.

“Kita belum ada pasar induk, Pak. Untuk itu, rencananya mau dibangun pasar induk di dekat TPI Muara Sungai Baturusa. Selain itu, kita juga mau mengambil alih lahan di sana,” ujarnya.

Kepala DKP Suryadi menambahkan, pengerukan pada beberapa titik muara sungai yang ada di Kepulauan Babel perlu segera dilakukan.

Sebab jika tidak dikeruk, maka bisa menyebabkan inflasi karena pendangkalan tersebut menghambat para nelayan untuk berangkat ke laut mencari Ikan.

“Pengerukan ini perlu untuk segera dilakukan, karena menekan hambatan nelayan untuk melaut, bisa menjadi salah satu cara menyukseskan program nasional, yakni penangkapan ikan terukur,” kata Agus Suryadi.

Plt. Dirjen Agus Suherman merespon positif apa yang disampaikan Suganda. Menurut dia hal itu sejalan dengan program utama kelautan dan perikanan untuk ekonomi biru, yakni di antaranya:

1. Memperluas wilayah konservasi dengan target 30% luas laut NKRI.

2. Penangkapan ikan secara terukur berbasis kuota dan zona penangkapan.

3. Pengembangan budidaya laut, pesisir dan air tawar (darat) yang ramah lingkungan.

4. Pengelolaan berkelanjutan pesisir dan pulau-pulau kecil.

5. Penanganan dan pengelolaan sampah laut melalui program bulan cinta laut.

“Apapun programnya, tentu akan kami dukung dan bantu. Untuk permasalahan pengerukan akan segera dilakukan dan jangan digantung,” ujar Agus Suherman. ( Red )


Sumber: Diskominfo Pemprov Babel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *