BANGKA SELATAN — Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang turut berperan aktif membatu evakuasi warga yang terdampak kebakaran hebat di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan pada Sabtu (10/10/2026).
Kebakaran berawal ketika api dari hutan menjalar ke salah satu rumah warga di Dusun Serdang. Angin yang bertiup kencang membuat Si Jago Merah menyebar dengan cepat dan melahap deretan bangunan satu per satu.
Warga yang kewalahan mengendalikan api segera menghubungi Tim gabungan untuk meminta pertolongan.
Sekitar pukul 21.00 WIB, pihak Damkar Bangka Selatan menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi warga yang diduga masih berada di sekitar area puing-puing bangunan.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang langsung memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Toboali menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, tim rescue Basarnas melakukan koordinasi langsung dengan Wakil Bupati Bangka Selatan beserta personel gabungan dari TNI, Polri, Damkar, dan BPBD.
Tim SAR gabungan segera bergerak menyisir area pemukiman yang terdampak, di mana hingga pagi ini diperkirakan sebanyak 400 – an rumah warga ikut terdampak kebakaran.
Di tengah penyisiran malam hari, tim berhasil menemukan satu keluarga bersama anak-anak yang masih bertahan di dalam sebuah pondok di area dusun tersebut.
Mereka berada dalam kondisi terisolasi dengan kepungan asap pekat sisa kebakaran hebat. Petugas segera mengamankan serta mengevakuasi keluarga tersebut menuju titik pengungsian yang lebih aman.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika menegaskan bahwa koordinasi cepat antarinstansi menjadi kunci utama keselamatan warga dalam musibah ini.
“Setelah menerima permintaan bantuan evakuasi dari Damkar Bangka Selatan, kami segera mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Toboali untuk menyisir area terdampak,” kata Mikel.
“Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan, yang terjebak di antara reruntuhan atau terancam oleh asap pekat. Sinergi yang kuat bersama Pemkab Bangka Selatan, TNI, Polri, Damkar, dan BPBD membuat proses evakuasi di lapangan berjalan responsif dan terarah,” lanjut dia.
Meskipun kebakaran ini menghancurkan ratusan tempat tinggal warga, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Saat ini, pendataan terhadap total Kepala Keluarga (KK) yang terdampak masih terus dilakukan oleh pihak berwenang di lokasi penampungan sementara. ( * )






























