BANGKA – Upaya pencarian terhadap Sareanda (19), pemuda yang dilaporkan hilang diterkam buaya di kawasan tambang (Kolong) Desa Kusam, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, membuah hasil.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban pada Sabtu (26/9/2026) malam pukul 20.35 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad warga Desa Kusam tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama kali ia disambar buaya.
Penemuan terjadi setelah tim SAR gabungan yang bergerak di lapangan terus membuntuti dan menghalau pergerakan predator buas tersebut.
Saat tim melihat buaya melepaskan gigitannya, personel gabungan bersama warga langsung turun ke dalam air untuk mengevakuasi tubuh korban, yang kemudian segera dibawa ke rumah duka.
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 18.00 WIB. Korban yang baru saja selesai menambang dan berhasil mengumpulkan pasir timah berniat mencuci hasil tambangnya di atas ponton rajuk.
Namun nahas, saat baru melangkahkan kaki dari daratan menuju ponton, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menyambar tubuh korban, lalu menyeretnya ke dasar kolong air.
Kejadian mengerikan tersebut disaksikan langsung oleh kakak kandung korban, Tarmizi, yang berada tidak jauh dari lokasi.
Pihak keluarga dan warga sempat berupaya melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melapor ke Basarnas Pangkalpinang pada pukul 18.55 WIB melalui perwakilan keluarga, Wawan.
Merespons laporan tersebut, Basarnas Pangkalpinang langsung menerjunkan tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Belinyu pada pukul 19.15 WIB untuk menggelar operasi SAR malam hari bersama Polsek Belinyu, keluarga, dan masyarakat setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi bahwa jasad korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Seiring dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Atas musibah ini, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta apresiasinya kepada seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapMikel.
“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur tim SAR gabungan—baik dari personel USS Belinyu, Polsek Belinyu, pihak keluarga, hingga masyarakat setempat—yang telah bersinergi dan bekerja keras berpacu dengan waktu dalam operasi pencarian malam ini,” tutupnya. ( * )





























