Meriah! Seruni Art Festival III Hidupkan Pelataran Cagar Budaya Museum Timah Indonesia Mentok

HEADLINE, PT Timah13 Dilihat

BANGKA BARAT — Pelataran Cagar Budaya Nasional Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok kembali semarak oleh kreativitas generasi muda.

Ruang bersejarah yang dikelola PT TIMAH (Persero) Tbk itu menjadi panggung pertunjukan seni dalam Seruni Art Festival III yang digelar Yayasan Seruni Production, Jumat (25/9/2026) malam.

Pertunjukan seni tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Pelajar, komunitas seni, pelaku UMKM, pejabat daerah hingga masyarakat Bangka Barat memadati kawasan museum untuk menyaksikan beragam pertunjukan yang ditampilkan para pelaku seni.

Suasana semakin hidup dengan penampilan seni tari dan teater rakyat yang melibatkan generasi muda.

Tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, kegiatan ini juga menghadirkan bazar UMKM yang memberikan kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka.

Pemilihan Museum Timah Indonesia Mentok sebagai lokasi festival sekaligus memperlihatkan fungsi kawasan bersejarah tersebut sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas masyarakat.

Sebagai pengelola Museum Timah Indonesia Mentok, PT TIMAH memberikan dukungan sarana dan prasarana sehingga kegiatan seni dapat berlangsung dengan baik.

Ketua Sanggar Seni Seruni Production, Anisa Pratiwi, mengatakan pemilihan Museum Timah Indonesia Mentok sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.

Menurutnya, keberadaan museum memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Mentok dan Bangka Barat.

“PT TIMAH adalah bagian dari sejarah Mentok.

Kami ingin generasi muda tahu sejarahnya, tapi juga berani mengekspresikannya lewat seni,” ujarnya.

Ia mengatakan Yayasan Seruni Production telah tiga kali menggelar Seruni Art Festival sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri, berinovasi dan mengembangkan kreativitas, khususnya dalam bidang seni tari.

“Yayasan Seruni Production mempunyai mimpi besar untuk merawat akar budaya, mengasah bakat seni tari untuk generasi muda serta mengharumkan nama daerah,” katanya.

Dalam penyelenggaraan Seruni Art Festival, Yayasan Seruni Production juga telah beberapa kali memanfaatkan fasilitas milik PT TIMAH.

Festival pertama digelar di Museum Timah Indonesia Mentok, sementara kegiatan berikutnya menggunakan Gedung Majapahit PT TIMAH.

“Selama kami menggelar tiga kali Seruni Art Festival, memang kami bekerja sama dengan PT TIMAH.

Setiap Yayasan Seruni menggelar kegiatan festival seni, kami menggunakan sarana dan prasarana PT Timah,” jelasnya.

Pada Seruni Art Festival III, selain Sanggar Seni Seruni Production dari Bangka Barat, turut tampil Sanggar Seni Marga Gemilang Grismantara dari Belitung.

Penampilan para pelaku seni tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Bangka Barat Markus, jajaran Forkopimda serta masyarakat yang hadir.

Anisa menyampaikan apresiasi atas dukungan PT TIMAH terhadap pelaksanaan kegiatan seni yang menjadi ruang bagi anak-anak didiknya untuk berkarya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT TIMAH atas dukungannya.

Harapannya ke depan dukungannya bisa lebih ditingkatkan lagi, khususnya perhatian kepada anak didik kami.

Saat ini yayasan kami mendidik sebanyak 117 siswa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat Markus mengapresiasi pelaksanaan Seruni Art Festival III.

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya seperti ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga mampu menghadirkan aktivitas ekonomi bagi masyarakat.

Ia melihat antusiasme masyarakat yang hadir sekaligus banyaknya pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan menjadi potensi untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

“Festival ini menarik untuk masyarakat.

Antusias penonton dan pelaku UMKM juga terlihat.

Saya lihat tadi banyak sekali yang berjualan, jarang terjadi seperti ini.

Ini sebagai daya ungkit pariwisata kita,” katanya.

Menurutnya, festival seni yang menghadirkan tari, musik, teater hingga UMKM dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan ruang publik sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya di Bangka Barat.

Hal senada disampaikan salah satu pelaku UMKM lokal yang merupakan binaan PT TIMAH Rina Erzaliana.

Ia mengaku kegiatan seperti Seruni Art Festival memberikan dampak positif terhadap aktivitas usahanya.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan seperti ini, omzet dagangan kami meningkat. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi kegiatan seperti ini diselenggarakan. Terima kasih kepada panitia,” ujarnya.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *