BANGKA — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Komisi IV, Agam Dliya Ul-Haq, mendorong kemandirian pesantren dalam mendidik dan menggerakkan ekonomi umat.
Hal ini disampaikan Agam saat kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren di Pondok Pesantren Dalilul Khoirot An Nawawi, Desa Air Duren, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Sabtu, (24/5/2025).
Dalam sambutannya, Agam menekankan pentingnya peran pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk kontribusi besar kalangan santri sejak masa kemerdekaan.
Ia juga mengingatkan bahwa para kiai dan santri memiliki posisi strategis dalam menjaga moral bangsa, termasuk melalui jalur politik dan kebijakan publik.
“Pesantren punya andil besar dalam kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Bahkan kita punya presiden dari kalangan santri, Gus Dur, dan kemarin mantan wakil presiden kita K.H Ma’ruf Amin juga seorang kiai,” ujarnya.
Agam, yang juga Sekretaris Komisi IV dari Fraksi PKB, mengajak para pengasuh dan pengelola pesantren untuk aktif menyampaikan aspirasi dan tidak ragu menjalin komunikasi dengan wakil rakyat maupun pemerintah daerah.
Ia memastikan siap memfasilitasi kebutuhan pesantren, termasuk beasiswa, bantuan infrastruktur, dan penguatan ekonomi pesantren.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran tokoh pesantren dalam pengambilan kebijakan. “Kalau tidak ada peran kiai dalam parlemen, bisa jadi kebijakan tidak berpihak kepada umat. Pernah ada kasus di Jawa Tengah, full day school mengganggu waktu ngaji santri. Tapi karena ada kiai yang bersuara, kebijakan itu dibatalkan,” jelasnya.
Sosialisasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Babel, para kiai, ustaz, serta ratusan santri Pondok Pesantren Dalilul Khoirot An Nawawi. Agam berharap, dengan adanya Perda ini, keberadaan pesantren tidak hanya mendapat pengakuan formal, tetapi juga benar-benar difasilitasi secara nyata oleh pemerintah daerah.
“InsyaAllah kalau kita sinergi, pesantren bisa berdikari. Bahkan mampu menjadi penggerak ekonomi umat di sekitarnya,” pungkasnya. (Riyanda)






























