Pencuri TBS Seberat 1, 2 Ton Diamankan Sat Reskrim Polres Bangka Barat

HEADLINE, HUKRIM227 Dilihat

Muntok — Diduga mencuri Tandan Buah Segar ( TBS ) di perkebunan kelapa sawit PT. GSBL, dua orang laki – laki berinisial RA ( 20 ) dan WT ( 39 ) diamankan Polisi.

Kedua terduga pelaku RA ( 20 ) dan WT ( 39 ) diketahui merupakan warga Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip.

RA dan WT diciduk anggota PAM PT. GSBL Muntok bersama anggota Paminal Si Propam serta Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bangka Barat pada Selasa ( 14/6 ) malam.

Kasat Sabhara, AKP Suhairi seizin Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah menjelaskan, sebelumnya saat anggota Polres Bangka Barat sedang melintas di Jalan Raya Muntok – Pangkalpinang, anggota tersebut melihat aktivitas pengangkutan TBS dari dalam perkebunan sawit PT. GSBL menggunakan mobil Daihatsu Grandmax warna silver .

Kronologi pencurian menurut AKP Suhairi, sekira pukul 21.00 WIB, salah seorang pelaku, RA ditelepon rekannya, WT. Ia disuruh membawa mobil dan mengambil TBS bersama pelaku lain berinisial BO.

” Setibanya mereka di ruas jalan Pangkalpinang – Muntok, tepatnya di Desa Simpang Gong, BO minta RA berhenti dan putar balik serta memarkir mobilnya,” kata Suhairi, Rabu ( 16/6 ).

Setelah itu, ternyata BO menelpon dua orang lagi temannya sambil meminta mereka untuk bergegas karena mobil sudah menunggu. Dua orang yang ditelepon itu pun keluar dari arah kebun menuju tumpukan TBS.

Detik selanjutnya, keempat orang tersebut bersama – sama mengangkut TBS sebanyak 50 tandan atau seberat kurang lebih 1, 2 ton ke dalam mobil.

Suhairi menuturkan, saat diperiksa, RA mengakui jika dia mencuri TBS bersama tiga orang rekannya, BO, AR dan RE. Namun ketiga warga Desa Simpang Gong itu masih buron dan masuk Daftar Pencarian Orang atau DPO.

” RA bertugas mengemudi mobil, RE dan AR berperan sebagai pemanen, BO merupakan penghubung transaksi penjualan TBS kepada WT,” terangnya.

Upah yang didapat RA selaku pengemudi mobil dari WT sebesar Rp. 200.000. Sedangkan BO menjual TBS hasil curian itu seharga Rp. 1.300 per kilogram. Hasil penjualan tersebut dibagi rata dengan RE dan AR.

Para pelaku dapat diamankan berkat koordinasi Polisi dengan PAM PT. GSBL. Setelah Unit Paminal dan Unit Opsnal Sat Reskrim melakukan penyelidikan, dua terduga pelaku, RA dan WT berhasil diamankan. Sementara tiga lainnya, BO, RE dan AR masih buron.

” Sekira pukul 00.15 WIB, pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Bangka Barat guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Suhairi. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *