Operasi Pencarian Ditutup, 1 Nelayan Dinyatakan Hilang di Perairan Lubuk Besar

HEADLINE, MARITIM386 Dilihat

BANGKA TENGAH — Memasuki hari ke tujuh operasi pencarian seorang nelayan bernama Ibnu Yahya ( 27 ) yang hilang di perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, tidak membuahkan hasil. Tim SAR gabungan pun menutup pencarian, Sabtu ( 6/7/2024 ).

Kakansar Pangkalpinang Made Oka Astawa mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan Tim SAR gabungan dari hari pertama hingga hari ketujuh dalam pencarian korban, yang sebelumnya pada Minggu 30 Juni dinyatakan lost contact di perairan fishing ground Lubuk Besar.

Tim SAR Gabungan terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Rescuer USS Toboali, ABK, Satpolairud Bangka Tengah, BPBD, Damkar, Laskar Sekaban, Tagana, Sakasar, kelompok masyarakat pengawas perikanan dan nelayan Lubuk Besar.

“Operasi pencarian dinyatakan ditutup dan korban yang dinyatakan hilang akan terus dalam pemantauan hingga ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Oka, Sabtu ( 6/7 ).

Menurut Oka, sebelumnya pada Selasa 2 Juli lalu, perahu korban berhasil dtemukan Tim SAR terapung-apung di perairan Rebo, Kabupaten Bangka.

“Namun pada saat dicek, perahu dalam keadaan kosong dan korban tidak ditemukan di sekitaran perahu. Kemudian perahu korban ditarik ke pantai tambak udang oleh tim gabungan,” katanya.

Oka menjelaskan, di atas perahu Ibnu Yahya minim alat – alat keselamatan. Tidak ada life jacket sebagai alat keselamatan di perairan menjadi salah satu faktor korban sulit ditemukan, ditambah kondisi cuaca yang memburuk dan berubah-ubah selama proses pencarian menjadi kendala.

“Ini merupakan himbauan penting bagi setiap orang yang melakuan aktivitas di perairan terutama kepada nelayan, untuk senantiasa melengkapi alat keselamatan, terutama life jacket atau pelampung keselamatan,” imbaunya.

“Alat keselamatan untuk meminimalisir kejadian seperti ini jika bekerja di atas kapal, mengingat resiko terhadap kesiapan perahu/kapal dan tantangan terhadap cuaca yang tidak dapat diprediksi bisa berubah-ubah secara cepat,” sambung Oka.

Kendati pencarian telah ditutup, pihaknya kata Oka akan melakukan pemantauan berkala apabila ada informasi tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali.

Apabila masyarakat menemukan tanda-tanda terhadap korban, dapat melaporkan kembali ke Kansar Pangkalpinang dengan menghubungi emergency call 115 atau via telpon ke call center Kansar Pangkalpinang di nomor telepon 0717-4261338 atau via Whatsapp di 0811-7810-115.

Kronologi Hilangnya Ibnu Yahya

Pada Sabtu 29 Juni 2024 pukul 17.00 WIB, Ibnu Yahya bersama tiga rekannya
pergi melaut dari Pantai Lubuk menuju fishing ground perairan Lubuk Besar menggunakan perahu masing-masing untuk mencari ikan.

Kemudian pada 30 Juni 2024 pukul 03.30 WIB, cuaca di sekitar fishing ground Lubuk Besar memburuk disertai angin kencang. Tiga rekannya memilih kembali ke pantai, tapi Yahya dengan perahunya tidak ikut.

Hingga pukul 05.00 WIB nelayan malang itu belum juga kembali dan tidak bisa dihubungi. Mengetahui hal tersebut, ketiga rekan Ibnu Yahya berusaha melakukan pencarian namun hingga sore usaha mereka tidak membuahkan hasil.

Selanjutnya rekan korban melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan pencarian. ( SK )


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *