Membandel, Warga Belo Laut Tetap Jarah Hutan Bakau

Muntok — Kendati sudah pernah ditertibkan, warga Desa Belo Laut kembali menjarah Hutan Lindung Bakau Tanjung Punai, Dusun III, Desa Belo Laut. Hal tersebut membuat anggota Polres Bangka Barat kembali melakukan penertiban, Kamis ( 23/9 ) siang.

Dalam penertiban kali ini, anggota Polres yang terdiri dari Sat Reskrim, Sat Intel dan Sat Sabhara menyita belasan mesin robin yang digunakan warga untuk melakukan penambangan ilegal di hutan lindung tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Robby Setiadi Purba yang memimpin operasi penertiban mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 13 unit mesin. Namun tidak ada penambang yang diamankan, karena mereka berhasil melarikan diri.

” Hari ini kami melakukan penertiban saat kegiatan pertambangan sedang berjalan, kita amankan 13 mesin. Untuk pelaku melarikan diri, masih kita selidiki untuk kepemilikan mesinnya,” ujar Robby.

Menurut Robby, pihaknya akan tetap melakukan penertiban secara random, sebab sebelum dilakukan operasi hari ini, Tim Gabungan sudah berulang kali melakukan tindakan preventif untuk menghimbau masyarakat agar tidak melakukan penambangan di kawasan hutan lindung bakau.

” Orangnya melarikan diri karena situasi di lapangan juga tadi cukup susah situasinya, jadi kita tetap mengutamakan keselamatan personil,” tukasnya.

Robby menegaskan, aktivitas penambangan di hutan lindung mangrove sudah pasti melanggar Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2013, Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 4 tahun 2009 Tentang Minerba.

” Untuk ancaman hukuman itu minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda 1,5 sampai 10 miliar,” tegas Robby. ( SK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

%d blogger menyukai ini: